Ini Alasan Menhub Larang Taksi Online Obral Tarif Promo

Okezone ยท Jumat, 28 Desember 2018 - 16:17 WIB
Ini Alasan Menhub Larang Taksi Online Obral Tarif Promo

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan tarif batas bawah dan batas atas untuk taksi online. Dengan begitu, aplikator tidak bisa mengobral tarif promo kepada konsumennya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, tarif promo yang diberikan aplikator menggerus pendapatan pengemudi taksi online. Keberadaan tarif promo membuat pengemudi bekerja lebih lama, bahkan hingga 12 jam dalam sehari untuk menaikkan pendapatannya.

"Mestinya batas bawah ke atas, bukan batas bawah ke bawah (promo), kalau dikurangi, apalagi pendapatan dari si pengemudi. Kalau sekarang ini mereka enggak cukup uangnya, mereka bekerja lebih lama," kata dia di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

BACA JUGA:

Diseragamkan, Tarif Taksi Online Segera Setara dengan Bluebird Cs

Dia menyatakan, bila tarif promo diberikan secara berlebihan, maka pengemudi akan kesulitan memenuhi kebutuhannya. Tak hanya kebutuhan hidup sehari-hari, mereka juga sulit untuk merawat kendaraannya.

"Berarti untuk mencukupi dirinya sendirinya enggak cukup, belum lagi perawatan yang lain, seperti ganti ban enggak ada," imbuhnya.

Akibatnya, kualitas pelayanan yang diberikan pengemudi taksi online kepada konsumen menjadi turun. Selain pelayanan, faktor keamanan juga diragukan.

"Coba lihat taksi online dari pertama kali sampai sekarang kan lain, tidak dirawat, lebih dekil, pengemudinya lusuh-lusuh karena dia kerja lebih panjang," katanya.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu menjelaskan, larangan pengenaan tarif promo tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia Nomor 118 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus. Penetapan tarif bawah Rp3.500 per kilometer dan batas atas Rp6.500 per kilometer sudah dihitung secara matang.

"Kan tarif sudah kita hitung dengan komponen-komponen yang harus dipenuhi oleh satu industri yaitu ada komponen penyusutan, artinya rusak harus beli lagi, komponen bensin, perawatan bagian untuk supir, itu sudah pas. Ada komponen untung operator," tutur dia. (Yohana Artha Uly) 


Editor : Rahmat Fiansyah