IPO, MNC Vision Network Tawarkan Harga Saham Rp231-243 per Lembar

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 17 Juni 2019 - 18:20 WIB
IPO, MNC Vision Network Tawarkan Harga Saham Rp231-243 per Lembar

Manajemen MNC Vision Network saat memberikan pemaparan rencana IPO di Gedung iNews Tower, Jakarta, Senin (17/6/2019). (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - MNC Vision Networks (MVN) akan melakukan penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO). Anak usaha PT Global Mediacom Tbk itu akan melepas sebanyak-banyaknya 3,5 miliar lembar saham atau 10 persen dari modal disetor.

Direktur Utama MVN, Ade Tjendra mengatakan, perseroan akan menawarkan harga perdana pada kisaran Rp231-243 per lembar. Dengan demikian, perolehan dana IPO yang dibidik mencapai Rp814-Rp856 miliar.

MVN merupakan perusahaan yang bisnisnya mencakup layanan TV berbayar (MNC Vision), internet (MNC Play), over the top (MNC Now), dan hiburan (Nusantara Vision). Seluruh perusahaan ini berada dalam naungan MNC Group.

"Bisnis pay tv atau entertainment ini sangat besar peluangnya tapi kita mesti jeli melihat perubahan selama ini seperti internet dan digital. MVN dibentuk untuk menjawab tantangan tersebut," ujarnya di iNews Tower, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Dalam IPO ini, kata Tjandra, MVN menunjuk MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi saham.

Direktur MNC Sekuritas Dadang Suryanto mengatakan, IPO ini bertujuan memperkuat modal MVN untuk ekspansi bisnis. Dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja (working capital) untuk MNC Play dan MNC Now.

Secara rinci, kata Dadang, dana IPO ini 70 persen digunakan untuk PT MNC Kabel Mediacom yang memegang merek MNC Play. Sebanyak 85 persen digunakan untuk mengembang jaringan internet broadband sementara sisanya untuk biaya operasional.

"15 persennya digunakan untuk biaya operasional termasuk tapi tidak terbatas pada bayar salary, utang, dan pembiayaan operasional normal lainnya," ucapnya.

Selain MNC Play, 30 persen dana IPO akan dipakai untuk PT MNC OTT Network selaku pemegang merek MNC Now. Sebanyak 65 persen dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan layanan digital broadcasting dan 35 persen untuk kebutuhan operasional.

Dadang mengatakan, penetrasi TV berbayar di Indonesia saat ini masih rendah. Porsi rumah tangga yang berlangganan TV kabel baru 13 persen, jauh di bawah rata-rata negara di Asia yang mencapai 71 persen.

Selain itu, prospek bisnis MVN juga didorong program digitalisasi industri 4.0 pemerintah. Program tersebut diprediksi mendongkrak pelanggan fixed broadband sebanyak 16 persen dengan proyeksi pelanggan mencapai 11,3 juta rumah tangga pada 2023.


Editor : Rahmat Fiansyah