IPO, Saham Fitra Hotel Melejit hingga Batas Auto Reject Atas

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 12:59 WIB
IPO, Saham Fitra Hotel Melejit hingga Batas Auto Reject Atas

Manajemen PT Fitra Hotel International Tbk melaksanakan pencatatan perdana saham di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu(

JAKARTA, iNews.id - PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang mempunyai hotel di Majalengka, Jawa Barat ini menjadi emiten ke-13 yang go-public tahun ini.

Pada pencatatan perdana ini, saham Fitra Hotel naik 69,61 persen ke level Rp173. Hal ini membuat harga sahamnya menyentuh batas auto reject atas (ARA), sehingga transaksi perdagangan disetop.

Direktur Utama Fitra Hotel, Joni Rizal mengatakan, perseroan menawarkan saham perdana sebanyak 220 juta lembar. Jumlah tersebut setara 36,67 persen dari modal disetor perusahaan. Harga IPO saham ini Rp102 per lembar, naik dari nilai nominal Rp100 setelah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).

"Dengan mempertimbangkan hasil bookbuilding yang telah dilakukan oleh penjamin emisi, dengan melakukan kegiatan penjajakan kepada para investor, maka ditetapkan harga penawaran Rp102 per saham," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Rizal menjelaskan, Fitra Hotel meraup dana segar dari para investor sebanyak Rp22,40 miliar setelah melepas saham. Dana IPO itu rencananya 49 persen digunakan untuk membeli tanah seluas 2.320 meter melalui anak usaha, PT Bumi Majalengka Permai. Di atas tanah itu akan dibangun Convention Hall pada Juli 2019 dan ditargetkan beroperasi empat bulan setelahnya.

Rizal menambahkan, dana pembangunan Convention Hall ini menggunakan 30 persen dari dana IPO. Sisanya sekitar 21 persen digunakan sebagai modal kerja.

Selain menawarkan saham perdana, Hotel Fitra juga menerbitkan 132 juta Waran Seri I atau 34,73 persen dari jumlah saham. Setiap investor mendapatkan waran dengan rasio 5:3 dengan harga eksekusi Rp138 per lembar. Waran bisa ditebus mulai dari 11 Desember 2019 hingga 10 Juni 2022.


Editor : Rahmat Fiansyah