IPO Saudi Aramco Akan Digelar Desember 2019, Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah

Rahmat Fiansyah ยท Minggu, 03 November 2019 - 20:14 WIB
IPO Saudi Aramco Akan Digelar Desember 2019, Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah

Saudi Aramco. (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa Aramco akan melantai di bursa pada Desember 2019. Langkah privatisasi lewat skema initial public offering (IPO) ini bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dunia.

Kepastian tersebut diperoleh usai Aramco memperoleh lampu hijau dari regulator. Meski bakal listing di bursa domestik Tadawul, pemerintah Arab Saudi mengaku saat ini belum berencana untuk dual-listing di luar Saudi.

"Harga final IPO, jumlah saham yang akan dijual, serta porsi saham yang dijual akan ditentukan saat proses penjatahan berakhir," kata Presiden & CEO Aramco, Amin Al-Nasser dikutip dari CNBC, Minggu (3/11/2019).

BACA JUGA:

Kilang Minyak Diserang, Arab Saudi Dikabarkan Tunda IPO Aramco

6 Bulan Pertama, Saudi Aramco Raih Laba Bersih Rp650 Triliun

Dia menyebut Aramco mempunyai visi menjadi perusahan migas dunia yang terintegrasi antara energi dan petrokimia. Untuk mewujudkan visi tersebut, Aramco bakal mengolah minyak mentah menjadi bensin dan gas, serta produk bernilai tambah lainnya dalam rantai pasok hidro karbon.

Amin mengungkapkan, Aramco bakal merilis prospektus perusahaan pada 9 November. Dia menyebut, keputusan Aramco IPO di dalam negeri karena pemerintah Saudi ingin memperkuat pasar modal nasional.

Meski belum diungkapkan secara detail, laporan sebelumnya telah menyebutkan Aramco akan melepas 1-2 persen saham di bursa dalam negeri dan 3-4 persen di bursa luar negeri, sehingga total saham yang dilepas kepada publik maksimal 5 persen

Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) sebelumnya mengatakan, valuasi Aramco mencapai 2 triliun dolar AS. Dengan melepas 5 persen saham, maka Aramco bisa memperoleh dana segar 100 miliar dolar AS (Rp1.400 triliun) sehingga menjadikannya sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah.


Editor : Rahmat Fiansyah