Jangan Salah Pilih Tempat Investasi, Perhatikan Ini agar Uang Tak Melayang

Hafid Fuad ยท Minggu, 16 Agustus 2020 - 23:03 WIB
Jangan Salah Pilih Tempat Investasi, Perhatikan Ini agar Uang Tak Melayang

Pelaku perencana keuangan, perusahaan sekuritas, ataupun manajer investasi, semua memiliki fungsi dan tugas masing-masing. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Banyak kejadian orang salah pilih tempat investasi yang menyebabkan uang melayang. Belajar dari kasus tersebut sebaiknya berhati-hati dalam menempatkan dana.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengingatkan tidak semua individu atau institusi bisa memberikan saran atau pertimbangan dalam berinvestasi. Semua harus sesuai dengan fungsinya.

"Ini yang menyebabkan banyak kejadian salah pilih tempat investasi. Alih-alih untung, uang kita justru melayang," ujar Freddy di Jakarta, Minggu (16/8/2020).

Lalu, bagaimana memilih tempat investasi yang aman? Dia menuturkan, banyak dijumpai individu atau institusi yang bisa memberikan saran keuangan hingga pertimbangan dalam berinvestasi. Tidak jarang, mereka juga menawarkan produk investasi. Padahal, belum tentu mereka memiliki izin untuk menjual produk investasi. 

"Permasalahannya, masyarakat sekarang mudah percaya dengan nama besar atau nama yang populer. Padahal, tidak semua orang atau institusi keuangan itu kredibel, tidak memiliki benturan kepentingan, dan yang lebih krusial lagi harus resmi dan legal dalam memberikan jasa pengelolaan investasi," katanya.

Freddy menjelaskan pelaku perencana keuangan, perusahaan sekuritas, ataupun manajer investasi, semua memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Sudah ada yang mengaturnya, baik dari regulator ataupun asosiasi.

"Sebelum kita pilih harus tahu dulu, apa fungsi dan tugas mereka. Jasa apa saja yang boleh ditawarkan sesuai izin yang diberikan dari regulator," ujarnya.

Seperti perencana keuangan fungsinya adalah memberikan jasa konsultasi keuangan atau memberikan solusi atas masalah keuangan dari klien-kliennya. Perencana keuangan tidak diperkenankan mengelola dana klien atau menyarankan produk investasi secara spesifik kepada klien.

"Misalnya menyarankan pembelian saham perusahaan A, atau pembelian reksa dana B," katanya.

Kemudian tugas perusahaan sekuritas adalah menjadi perantara atau pialang antara investor dengan pusat pasar modal, dalam bertransaksi di pasar saham, obligasi, sukuk, reksa dana dan sebagainya.

Berikutnya manajer investasi. Tugasnya adalah menghimpun dan mengelola dana investor melalui portofolio investasi yang disebut reksa dana. Ada juga manajer investasi yang sudah menerima jasa penasihat investasi seperti PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). 

Jasa penasihat investasi ini memberikan wewenang kepada manajer investasi untuk memberikan nasihat ke investor mengenai penjualan atau pembelian efek dengan memperoleh imbalan jasa. "Jadi, perlu kita ketahui juga, mungkin saja sebuah institusi memiliki beberapa izin sekaligus dengan fungsi yang berbeda," ujarnya.

Bagaimana kita tahu tempat yang kita pilih sudah tepat? Cara termudah tanyakan izin operasi yang dimiliki, cek mereka berfungsi sebagai apa. "Simpelnya begini, jika kita mendatangi satu institusi keuangan yang menawarkan jasa yang tidak sesuai dari fungsinya, wajib berhati-hati," kata Freddy.

Contohnya, tidak mungkin perusahaan perencanaan keuangan bisa mengelola dana nasabah. Jika menemukan yang seperti itu, bisa dipastikan perusahaan tersebut tidak kredibel, dan sebaiknya jangan dipilih untuk menempatkan dana kita. 

Jika institusi keuangan tersebut sudah sesuai tugas dan fungsinya, maka langkah berikutnya adalah pengecekan legalitas ke regulator, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan asosiasi terkait.

Jika ada yang menawarkan jasa tidak sesuai fungsi dan tugasnya sebaiknya hindari institusi keuangan tersebut. Jangan sampai tergiur dengan saran-saran manis dari individu atau institusi keuangan.

"Segera laporkan kepada regulator atau asosiasi. Lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal belakangan," ujar Freddy.

Editor : Dani Dahwilani