Jatuh Tempo Hari Ini, Pemegang Obligasi Luar Negeri Evergrande Lapor Tak Terima Pembayaran

Jeanny Aipassa ยท Rabu, 29 September 2021 - 20:48:00 WIB
Jatuh Tempo Hari Ini, Pemegang Obligasi Luar Negeri Evergrande Lapor Tak  Terima Pembayaran
Kantor China Evergrande Group. (Foto: iNews)

HONG KONG, iNews.id - Beberapa pemegang obligasi luar negeri China Evergrande Group melaporkan belum menerima pembayaran bunga yanh jatuh tempo pada Rabu (29/9/2021). 

Reuters melaporkan sejumlah pemegang obligasi Evergrande di Singapura dan London, melaporkan telah dua kali kehilangan pembayaran bunga dan kupon obligasi Evergrande, yang jatuh tempo pada bulan ini.

Pada Rabu (29/9/2021), raksasa properti asal China itu, dijadwalkan melakukan pembayaran bunga obligasi sebesar 47,5 juta dolar Amerika Serikat (AS), yang diterbitkan dengan bunga 9,5 persen. Sebelumnya, Evergrande juga telah gagal membayar kupon sebesar 83,5 juta dolar AS pada Kamis (23/9/2021).

Kediaman Evergrande pada kewajiban pembayaran utang luar negerinya telah membuat investor global bertanya-tanya apakah mereka harus menelan kerugian besar ketika masa tenggang 30 hari berakhir untuk pembayaran kupon yang jatuh tempo pada 23 September dan 29 September 2021.

Dua sumber mengatakan kepada Reuters, mereka tidak memiliki informasi dari perusahaan tentang pembayaran kupon dan bunga obligasi. Reuters belum dapat mengkonfirmasi apakah Evergrande telah memberi tahu pemegang obligasi mengenai penangguhan pembayaran kupon yang jatuh tempo hari ini. 

Seperti diketahui, Evergrande, dilaporkan memiliki total utang sebesar 305 miliar dolar AS atau setara Rp4.362 triliun. Jumlah utang tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya bagaimana Evergrande bisa mengambil utang dalam jumlah besar dibandingkan kas perusahaan yang hanya setara 13,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp191,654 triliun. 

Itupun belum seluruhnya karena Evergrande tidak hanya meminjam dari bank, perusahaan perwalian, dan pemegang obligasi, tetapi juga dari karyawan dan masyarakat luas.

Perusahaan ini memiliki utang off-balance sheet sebanyak 6,2 miliar dolar AS, menurut perkiraan dari jurnal keuangan lokal Caixin, yang mencakup apa yang disebut produk manajemen kekayaan yang dijual kepada investor ritel. 

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda