JK Sebut Harga Tiket Pesawat Murah Tidak Bagus untuk Jangka Panjang

Antara ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 22:24 WIB
JK Sebut Harga Tiket Pesawat Murah Tidak Bagus untuk Jangka Panjang

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal harga tiket pesawat yang dinilai oleh masyarakat terlalu mahal. Menurut dia, tiket pesawat di Indonesia masih murah.

Menurut JK, harga tiket pesawat yang terlalu murah bagus untuk jangka pendek. Namun, hal itu buruk bagi jangka panjang, terutama kondisi keuangan maskapai penerbangan.

"Kalau kita tekan terlalu murah tiketnya, juga bagus untuk jangka pendek. Tapi jangka panjangnya, mereka tidak bisa beli pesawat baru, akhirnya kita yang kena juga," kata JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Dalam jangka pendek, menurut dia, tiket pesawat yang murah bisa menguntungkan karena menjaring konsumen lebih banyak. Namun, dia menyebut banyak maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) yang akhirnya tutup karena pendapatan dari tiket tidak mampu membayar biaya operasional.

"Mengelola airlines itu tidak mudah, apalagi kalau mau ditarik murah. Sudah berapa airlines yang tutup ? Ada Batavia dulu, ada Adam Air, ada Merpati, ada Mandala, ada Sempati semua itu kan tutup, bangkrut," ujar dia.

Menurut pria asal Sulawesi Selatan itu, banyaknya maskapai yang berguguran membuat industri penerbangan saat ini didominasi oleh dua perusahaan saja, yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air. JK menolak jika kenaikan harga pesawat karena industri penerbangan yang dikuasai kartel.

"Menurut saya bukan kartel, karena mereka terlalu murah akhirnya yang lain mati. Jadi bukan karena didesain, tapi karena mereka mencoba-coba masuk airlines dengan tarif murah, ya mati," ucap dia.

Harga tiket yang mahal, kata JK, tidak terlepas dari kenaikan biaya operasional. Maskapai penerbangan juga memikirkan kondisi keuangan di tengah margin yang tipis.

"Saya kira, walaupun mereka bersaing, mereka juga harus tetap menghitung biaya tetapnya, ada harga pokok daripada BBM itu. Karena 35 persen dari ongkos pesawat itu avtur kan," ujar JK.


Editor : Rahmat Fiansyah