Jokowi-Prabowo Bertemu, Kadin DKI: Sesuatu yang Ditunggu Pelaku Usaha

Rully Ramli ยท Minggu, 14 Juli 2019 - 18:45 WIB
Jokowi-Prabowo Bertemu, Kadin DKI: Sesuatu yang Ditunggu Pelaku Usaha

Presiden Joko Widodo (kanan) saat bertemu Prabowo Subianto (kiri) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta menyambut baik pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Pertemuan ini diyakini akan memberikan sentimen positif terhadap perekonomian nasional.

Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyebut, pertemuan ini sudah ditunggu-tunggu pengusaha. Pertemuan kedua tokoh politik itu menandai meredanya ketegangan politik yang memanas dalam beberapa bulan terakhir.

"Sehingga iklim usaha dan investasi kembali normal dan bergairah, para investor tidak ragu lagi untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia," ujar dia melalui keterangan tertulis, Minggu (14/7/2019).

BACA JUGA:

Jokowi-Prabowo Bertemu, Sri Mulyani Senang Pilpres 2019 Berakhir dengan Baik

Pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Delta Djakarta itu memastikan bahwa dengan adanya pertemuan ini membuat pengusaha lega dan optimistis dengan perekonomian Indonesia ke depan.

"Inti pertemuan kedua tokoh ini adalah kebersamaan,persatuan dan kesatuan, tidak ada lagi nomor 01 dan 02 serta istilah cebong dan kampret. Yang ada adalah Garuda Pancasila dan Merah Putih," katanya.

Sarman menambahkan, pertemuan tersebut akan membuat Jokowi lebih fokus menyeleksi calon menteri periode 2019-2024. Da berharap, Jokowi dapat menentukan pilihan menteri yang tepat, sehingga nantinya mampu merealisasikan visi-misinya.

"Untuk itu diperlukan figur figur menteri yang memiliki kompetensi di bidangnya, memiliki track record yang baik, mampu bekerja sama dan berkoordinasi untuk menghindari ego sectoral serta leadership yang teruji," ucap dia.

Selain itu, kata Sarman, para pengusaha berharap agar anggota kabinet yang mengisi tim ekonomi tidak diisi oleh orang-orang parpol, melainkan murni profesional. Jabatan itu Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Kepala BKPM, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja, Menteri BUMN, serta Menteri ESDM.

"Dengan kabinet ekonomi yang solid diharapkan mampu membuat kebijakan yang pro bisnis dan pro dunia usaha yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat," tutur Sarman.


Editor : Rahmat Fiansyah