Jualan Sawit dan Karet, Pinago Utama IPO di BEI

Aditya Pratama ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 11:35 WIB
Jualan Sawit dan Karet, Pinago Utama IPO di BEI

PT Pinago Utama Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten PNGO. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Pinago Utama Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten PNGO. Perusahaan tersebut bergerak di bidang perkebunan sawit dan karet di Sumatra Selatan.

Dalam penawaran saham perdana (IPO) tersebut, Pinago melepas sekitar 156 juta lembar saham dengan harga Rp250 per lembar. Jumlah itu setara 20 persen dari total jumlah saham yang beredar.

Direktur Utama Pinago Utama, Bambang Palgoenadi mengatakan, perseroan memperoleh dana IPO sebesar Rp39,06 miliar. Keputusan untuk go-public sebagai bentuk komunikasi kepada publik soal industri perkebunan sawit dan karet yang ramah lingkungan.

Dana hasil IPO ini juga akan memperkuat struktur permodalan Perseroan untuk merealisasikan rencana strategis ke depannya guna meningkatkan kinerja perseroan," ujarnya, Senin (31/8/2020).

Bambang mengatakan, dana IP akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian pupuk, pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit dan pembelian Bahan Olahan Karet (Bokar) yang berasal dari masyarakat serta pembayaran kontraktor untuk biaya sewa alat berat dan konstruksi.

Perusahaan yang didirikan pada 1979 itu mengelola area perkebunan seluas 17.656 hektare, terdiri atas kebun sawit 13.969 hektare dan karet 3.960 ha. Lahan perkebunan berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Meski luas kebun lebih kecil daripada lahan perusahaan sejenis yang sudah go-public, Bambang optimistis bisa tetap bersaing dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki.

"Seperti manajemen yang berpengalaman dalam pengelolaan kebun, penggunaan bibit unggulan, bisnis Perseroan yang terintegrasi dan ramah lingkungan, lokasi kebun dan pabrik pengolahan yang berdekatan, penerapan teknologi mekanisasi untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas kerja serta hubungan yang baik dengan stakeholders," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah