KAI Terima 4 Rangkaian Kereta Baru dari PT INKA

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 12 Maret 2018 - 14:39 WIB
KAI Terima 4 Rangkaian Kereta Baru dari PT INKA

Direktur Market dan Sales PT KAI Mukti Jauhari (Foto: iNews.id/Isna)

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menerima empat rangkaian kereta baru dari 10 rangkaian yang dipesan menjelang Idul Fitri 2018 dari PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero). Namun, secara keseluruhan KAI memesan 38 rangkaian yang terdiri dari 438 gerbong kereta secara bertahap.

Direktur Market dan Sales PT KAI Mukti Jauhari mengatakan, rangkaian kereta baru ini untuk mengganti kereta-kereta yang umurnya sudah lebih dari 40 tahun.

"Ya pasti ada replacement sebagian yang sudah berumur minta dikonsentrasikan. Umur 30-40 tahun mayoritas nanti mulai dari yang umur 40 dulu kita replace. Tapi 38 itu sebagian besar untuk replacement," ujarnya di Jakarta Railway Center, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Enam rangkaian kereta berikutnya akan datang sebelum Idul Fitri 2018 tiba. Kemudian menjelang 25 Desember 2018 akan datang lagi sebanyak 10 rangkaian kereta untuk angkutan Natal. Dengan demikian, 14 sisanya akan didatangkan untuk Idul Fitri 2019.

"Jadi genap di Lebaran tahun depan kita akan datang 38 rangkaian yang 438 gerbong datang semua," kata dia.

Pesanan kereta tersebut dengan rincian 210 kereta eksekutif, 150 kereta premium, 39 kereta makan, dan 39 kereta pembangkit. "Untuk premium sama eksekutif hanya dua itu saja," ucapnya.

Selama ini, KAI menggunakan gerbong kereta berbahan mild steel. Sementara, kereta yang baru dipesan berbodi stainless steel yang lebih tahan karat dan cat stripping yang minimalis. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk terus fokus pada peningkatan pelayanan, perubahan sarana, dan kenyamanan penumpang.

Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Bambang Eko Martono sebelumnya mengatakan, pihaknya mengeluarkan dana investasi sekitar Rp5 miliar untuk memesan satu kereta dari PT INKA. Jika dalam satu rangkaian kereta ada 10 kereta, maka investasi untuk satu rangkaian sekitar Rp50 miliar.

Dana replacement ini akan memakai 45 persen dari dana Obigasi I yang diterbitkan pada 22 November 2017 sebesar Rp900 miliar dari total obligasi sebanyak Rp2 triliun.

“Jadi dengan penerbitan obligasi yang kita launching hari ini sekitar 2 triliun. Rencana penggunaan 55 persen sekitar Rp1,1 triliun dalam rangka penyelesaian KAI  Bandara Soekarno-Hatta. Sementara sisanya 45 persen sekitar 900 kita akan gunakan untuk sebagian pengadaan 438 kereta baru yang kita beli dari INKA,” kata Eko.


Editor : Ranto Rajagukguk