Kejar Target Negara Berpendapatan Tinggi, Menko Luhut: Indonesia Harus Jadi Negara Industri

azhfar muhammad ยท Sabtu, 20 November 2021 - 07:44:00 WIB
Kejar Target Negara Berpendapatan Tinggi, Menko Luhut: Indonesia Harus Jadi Negara Industri
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, saat memberikan kuliah umum di Seskoad, Bandung, Jumat (19/11/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia harus menjadi negara industri untuk mewujudkan visi negara berpendapatan tinggi sebelum Tahun 2045. 

Pernyataan itu, disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, saat memberikan kuliah umum di Seskoad, Bandung, Jumat (19/11/2021). 

Menurut dia, Indonesia dihadapkan pada tantangan ekonomi yang lebih besar pascapandemi Covid-19. Dibutuhkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen untuk dapat mencapai visi Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum Tahun 2045. 

“Untuk mencapai sasaran tersebut, Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan model ekonomi masa lalu, yang hanya mengandalkan ekspor komoditas. Indonesia harus bergerak menjadi negara industri," kata Menko Luhut. 

Dia menjelaskan, untuk menjadi negara industri, salah satu cara yang harus dilakukan adalah hilirisasi industri Sumber Daya Alam (SDA). Saat ini, pemerintah telah menghentikan ekspor nikel mentah, guna mendorong hilirisasi di Indonesia, yakni membangun industri baterai lithium untuk mobil listrik. 

Selanjutnya, Presiden Jokowi telah mengisyaratkan, Indonesia akan menghentikan ekpor bauksit mentah dan selanjutnya tembaga, jika smelter yang saat ini sedang dibangun dapat dioperasikan mulai tahun depan.

Menko Marves mengungkapkan, industri manufaktur menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi di masa pandemi. Hal itu, antara lain terlihat dari aktivitas industri manufaktur dengan Purchasing Managers Index (PMI) yang mengalami ekspansi tertinggi pada Oktober 2021. 

“PMI Manufaktur Indonesia telah mencetak rekor pada Oktober 2021 dan merupakan salah satu yang terbaik di negara ASEAN,” ujar Menko Luhut. 

Dia mengungkapkan, PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Maret dan April 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan pada angka 27,5. 

Berbeda halnya pada saat PPKM diberlakukan awal Juli 2021 lalu, PMI industru manufaktur mengalami sedikit penurunan, namun langsung mengalami meningkat signifikan pada Oktober dan telah mencapai 57,2. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: