Kemenhub Cabut Pembatasan Penumpang Maksimal 90 Orang untuk Penerbangan Internasional

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 05 Oktober 2021 - 09:57:00 WIB
 Kemenhub Cabut Pembatasan Penumpang Maksimal 90 Orang untuk Penerbangan Internasional
Petugas berjaga di terminal kedatangan internasional, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Foto:Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut ketentuan mengenai pembatasan pengangkutan penumpang (inbound traffic) maksimal 90 orang untuk penerbangan internasional yang masuk ke Bandara Soekarno-Hatta. Kebijakan tersebut tidak lagi berlaku sejak 4 Oktober 2021. 

Pelonggaran tersebut ditetapkan dalam Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor AU.210/5/1/DRJU.DKP-2021.

Dengan demikian, SE tersebut membatalkan SE sebelumnya ihwal ketentuan pembatasan pengangkutan penumpang  maksimal 90 orang per penerbangan yang diterbitkan pada 29 September 2021. 

"Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.006/2/7/DRJU.DAU-2021 tanggal 29 September 2021 dinyatakan tidak lagi berlaku mulai tanggal 4 Oktober 2021," Demikian bunyi SE yang diterima, Selasa (5/10/2021). 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, mengatakan pembatasan penumpang penerbangan internasional maksimal 90 orang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah masuknya varian Mu yang merupakan varian baru Covid-19 ke Indonesia melalui transportasi udara.  

Menurut dia, kebijakan serupa telah diberlakukan di beberapa negara, seperti Australia, Philipina dan Jepang dalam rangka menjaga dan mencegah penyebaran Covid-19 varian Mu. 

Terkait dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan penerbangan internasional di Bandara Soetta, Kemenhub tetap meminta seluruh perusahaan angkutan udara nasional dan asing untuk memverifikasi data penumpang pada penerbangan internasional. 

Selain itu, penerapan protokol kesehatan ketat terutama untuk memeriksa penumpang yang datang dari luar negeri juga tetap diterapkan. Saat ini, telah dilakukan peningkatan fasilitas kesehatan berupa tes molekuler isoterm (NAAT/jenis lainnya) yang hasilnya dapat diketahui paling lama 1 jam. Termasuk, penambahan peralatan tes RT-PCR.

Penambahan pemeriksaan kesehatan tersebut tidak saja di berlakukan di Bandara Soetta, namun semua bandara penerbangan internasional lainnya yang menjadi pintu masuk utama ke Indonesia. 

Selain itu, pemerintah juga menyediakan tempat karantina yang cukup memadai bagi penumpang penerbangan internasional di Bandara penerbangan internasional. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: