Kementan Dukung Pertumbuhan Startup Agribisnis di Indonesia

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 11 Maret 2019 - 16:23 WIB
Kementan Dukung Pertumbuhan Startup Agribisnis di Indonesia

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro saat memberikan sambutan dalam workshop bertema "Accelerating Agribusiness Startups" di Yogyakarta, Senin (11/3/2019). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar workshop bertemakan "Accelerating Agribusiness Startups". Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung program pengembangan ekonomi digital di sektor pertanian.

Menggandeng The Asian Productivity Organization (APO) Jepang, Kementan menggelar kegiatan tersebut di kota Yogyakarta pada 11-15 Maret 2019. Kegiatan itu diharapkan mendorong tumbuhnya startup agribisnis yang meningkatkan kesejahteraan petani.

Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro mengatakan, saat ini ada ratusan pelaku usaha startup agribisnis yang berkembang di dunia. Hal ini menunjukkan peluang startup agribisnis di rantai pasok komoditas pertanian masih terbuka lebar

“Fokusnya adalah bagaimana kita melakukan percepatan, pertumbuhan startup-startup di bidang agribisnis, khususnya bagi startup Indonesia sendiri yang ikut dalam kegiatan ini diharapkan mampu menyerap pengalaman startup dari luar negeri sehingga dapat cepat tumbuh dapat berkembang”, kata Syukur melalui keterangan tertulis, Senin (11/3/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 16 negara. Negara-negara tersebut yaitu Amerika Serikat (AS), Bangladesh, Kamboja, Taiwan, India, Iran, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, serta Indonesia selaku tuan rumah.

Syukur mengatakan, Kementan mendorong digitalisasi di sektor pertanian. Ada empat inisiatif digital yang dilakukan yaitu pertanian presisi (meningkatkan produktivitas berbasis aplikasi digital), hub digital pertanian (menggunakan platform digital untuk menghubungkan pelaku rantai pasok pertanian), keuangan mikro pertanian (mengenalkan aplikasi digital keuangan mikro kepada pelaku sektor pertanian), serta lelang pertanian digital (menggunakan aplikasi digital untuk lelang komoditas pertanian).

Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Zuhri Bahri menambahkan, banyak startup agribisnis yang bermunculan di Indonesia mulai dari aplikasi jual beli produk pertanian hingga informasi seputar pertanian di sektor budidaya. Dia menyebut, hal ini positif karena bisa meningkatkan produktivitas.

"Pemerintah sangat concern terhadap peningkatan produktivitas dimana Nawacita nomor enam Pak Jokowi-JK menegaskan bahwa pemerintah punya komitmen tinggi terhadap peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing," ujar dia.


Editor : Rahmat Fiansyah