Kementerian BUMN Optimistis Kinerja Keuangan Garuda Indonesia Membaik di Kuartal II 2022

Suparjo Ramalan · Rabu, 10 November 2021 - 20:49:00 WIB
Kementerian BUMN Optimistis Kinerja Keuangan Garuda Indonesia Membaik di Kuartal II 2022
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.

JAKARTA, iNews.id - Kementerian BUMN optimistis kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai membaik di kurtal II 2022. Optimisme itu, terkait dengan kesepakatan restrukturisasi utang emiten yang ditargetkan berakhir di periode tersebut. 

Wakil Menteri (Wamen) BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan pada Mei-Juni 2022 akan terjadi break even point (BEP), dimana total pendapatan Garuda Indonesia akan sama dengan biaya yang dikeluarkan. 

Dengan demikian, keuangan perusahaan penerbangan pelat merah itu, akan tumbuh positif di periode selanjutnya. Adapun utang Garuda Indonesia tercatat mencapai 9,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp139 triliun. 

"Jadi harapannya memang di Mei-Juni 2022 baru mulai mencapai break event dan kinerja keuangan (Garuda Indonesia, red) mulai positif," ujar Wamen BUMN yang akrab disapa Tiko itu, Rabu (10/11/2021). 

Dia menjelaskan, nasib baik keuangan Garuda Indonesia tergantung pada persetujuan kreditur hingga lessor. Pasalnya, persetujuan terhadap proposal restrukturisasi utang akan menekan bunga dan utang maskapai penerbangan pelat merah itu. 

Tiko mengatakan, bila proses restrukturisasi berjalan lancar, maka dapat menghemat pengeluaran perusahaan hingga 50 persen lebih. Kondisi ini akan menambah nafas Garuda Indonesia hingga industri penerbangan semakin kondusif.

Dalam hitungan pemegang saham, pada akhir 2022 pendapatan Garuda Indonesia sudah menyentuh 120 juta dolar AS dan naik hingga 200 juta dolar AS pada 2023. Namun, perkiraan ini juga tergantung pada kebijakan pemerintah perihal pengetatan pergerakan masa. 

Di sisi lain, Kementerian BUMN juga meyakini mampu mengurangi utang Garuda Indonesia dari 9,8 miliar dolar AS atau Rp 139 triliun menjadi 3,69 miliar dolar AS atau setara Rp52,39 triliun. Saat ini, pemegang saham telah menyusun rumusan besar perihal langkah strategis untuk menekan utang perusahaan  

"Secara umum, untuk mengurangi utang Garuda Indonesia dari 9,7 miliar dolar AS menjadi 3,69 miliar dolar AS, itu mesti ada rumusan dasar yang harus kita ajukan dan sekarang dalam proses komunikasi," tutur Tiko. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: