Kuartal I-2021, Pertamina Tambah 170 UMK Binaan Baru

Michelle Natalia ยท Selasa, 22 Juni 2021 - 17:40:00 WIB
Kuartal I-2021, Pertamina Tambah 170 UMK Binaan Baru
Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman.

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) telah menambah 170 Usaha Mikro dan kecil (UMK) binaan pada kuartal I-2021. Hingga akhir 2020, UMK yang dibina Pertamina melalui Program Pendanaan UMK tercatat mencapai lebih dari 25.000. 

Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan mayoritas UMK binaan Pertamina bergerak di sektor perdagangan. Bahkan untuk 170 UMK binaan yang baru, sektor perdagangan masih mendominasi dibandingkan sektor lainnya.  

“Dari 170 UMK binaan Pertamina yang baru, hampir 70 persen atau sebanyak 116 mitra binaan merupakan UMK yang bergerak di sektor perdagangan," ujar Fajriyah di Jakarta, Selasa(22/6/2021).

Dia mengungkapkan, Pertamina terus mendorong dan melakukan pendampingan dengan pelatihan-pelatihan agar mitra binaannya dapat menembus ritel modern. Hal itu dimaksudkan untuk menaikkan tingkat kepercayaan konsumen serta mendorong perluasan pasar.

Pelatihan yang telah diberikan kepada UMK binaan Pertamina antara lain pengemasan produk yang higienis dan modern, serta mendorong pengurusan sertifikat halal dan izin usaha.

"Melalui Program Pendanaan UMK, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat," kata Fajriyah. 

Salah satu mitra binaan Pertamina yang berhasil memasarkan produknya ke beberapa ritel dan swalayan besar di Kota Jambi, yaitu Ico Ordiana. 

Pemilik usaha Gerai Amanah ini menjual aneka produk seperti keripik ikan, bakso ikan, mpek–mpek, singkong frozen, rengginang ubi ungu hingga tepung mocaf. 

Menurut Ico, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar produk UMK bisa diterima oleh ritel modern. Di antaranya, pengemasan produk yang rapi, higienis dan modern. 

Selain itu, kualitas dan harga produk harus kompetitif. Dan terpenting adalah produk tersebut memiliki beberapa sertifikasi dan izin usaha yang disyaratkan. 

“Seperti P-IRT, Halal, BPOM, dan izin usaha yang lain,” kata Ico.

Editor : Jeanny Aipassa