Kurangi Impor BBM, Pertamina Kebut Megaproyek Kilang Minyak

Djairan ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:58 WIB
Kurangi Impor BBM, Pertamina Kebut Megaproyek Kilang Minyak

PT Pertamina (Persero) terus mendorong pembangunan megaproyek kilang minyak di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) terus mendorong pembangunan megaproyek kilang minyak di tengah pandemi Covid-19. Salah satu tujuan besarnya, yaitu meningkatkan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri sehingga mengurangi impor bahan bakar.

Megaproyek kilang tersebut terdiri dari Refinery Development Master Plan (RDMP), dan Grass Roof Refinery (GRR). Proyek tersebut ditargetkan dapat menurunkan impor hingga tahun 2030 terutama pada bahan bakar gasoline, diesel dan avtur.

“Kita menargetkan dengan pembangunan proyek RDMP dan GRR yang terus berjalan, maka kita tidak akan lagi tergantung dengan impor BBM, bahkan akan bisa menjadi eksportir BBM terutama solar dan avtur yang diprediksi stoknya lebih besar,” ujar CEO Refinery & Petrochemical Subholding (PT Kilang Pertamina Internasional) Ignatius Tallulembang, dalam diskusi via online Sabtu (27/6/2020).

Ignatius menilai, RDMP dan GRR juga akan memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas produk BBM yang lebih ramah lingkungan, sesuai dengan regulasi dan standar internasional. Dengan begitu, ke depannya akan terwujud penggunaan BBM yang bisa mengurangi polusi udara.

Hal itu juga sejalan dengan keinginan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berencana menghapus produk BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) di bawah 91, seperti Premium dan Pertalite. Sebab, dua produk BBM milik Pertamina tersebut dianggap tak lagi ramah lingkungan.

Selain peningkatan produksi BBM, Ignatius menyebut, dalam pembangunan RDMP dan GRR Pertamina berkomitmen untuk memaksimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), baik dari segi material dan peralatan. Dia meyakini hal itu akan mendorong peningkatan kapabilitas manufaktur dalam negeri.

Selain itu, megaproyek kilang Pertamina juga diyakini menguntungkan dari aspek keuangan. Setelah dihitung, proyek tersebut akan  menghasilkan cadangan devisa kepada negara senilai Rp157,86 triliun. Jumlah tersebut mencakup kontribusi dari RDMP sebesar Rp114,8 triliun, dan dari GRR sebesar Rp43 triliun.    

Editor : Ranto Rajagukguk