Laba Bank-Bank Besar China Turun, Risiko Kredit Macet Mengintai

Djairan ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 15:20 WIB
Laba Bank-Bank Besar China Turun, Risiko Kredit Macet Mengintai

Kantor Agricultural Bank of China di Shanghai, China. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Lima bank terbesar di China mencatat penurunan laba cukup dalam selama pandemi Covid-19. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dalam sepuluh tahun terakhir.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) China, laba bank komersial turun sekitar 9,4 persen pada Semester I-2020. Sementara rata-rata rasio kredit bermasalah berada di level 1,94 persen, tertinggi sejak 2009.

Dikutip dari Reuters, Senin (31/8/2020), empat dari lima bank milik negara terbesar di China telah meningkatkan provisi untuk menghadapi potensi peningkatan kredit macet. Langkah tersebut guna mengantisipasi kredit macet akibat pandemi.

Laporan keuangan bank-bank itu menunjukkan para nasabah kesulitan untuk membayar cicilan pasca lockdown selama beberapa bulan. Sejumlah sektor, terutama pariwisata, kesulitan untuk membayar.

Di tengah situasi seperti itu, bank-bank China diminta untuk gencar menyalurkan kredit, terutama kepada sektor-sektor yang terdampak. Mereka harus mengorbankan keuntungan untuk menyelamatkan ekonomi negara.

"Dampak yang signifikan dari wabah Covid-19 dan risiko ketidakpastian pasar akan terus berlanjut ke industri perbankan di China," ujar Juru Bicara Agricultural Bank of China (AgBank).

Sementara China Construction Bank (CCB) selaku pemberi pinjaman terbesar kedua di Negeri Tirai Bambu itu berencana mengevaluasi risiko kredit dan meningkatkan provisi. Langkah serupa juga dilakukan oleh Bank of China (BoC).

Bank of Communications (BoCom) menyatakan a telah meningkatkan kebijakan untuk mengatasi dampak Covid-19 di masa mendatang. Data dari China International Capital Corp (CICC) menunjukkan, provisi pinjaman kuartal II-2020 naik menjadi 436 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu di CCB, AgBank, BoC dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC).

"Pada masa mendatang, tekanan penurunan laba dan pendapatan bank diperkirakan akan terus membebani perusahaan. Oleh karena itu bank akan terus meningkatkan provisi pada kuartal ketiga tahun ini," kata analis di Everbright Securities, Wang Yifeng.

Editor : Rahmat Fiansyah