Laba Waskita Turun 94 Persen, Ini Penyebabnya

Antara · Jumat, 26 Juni 2020 - 15:23 WIB
Laba Waskita Turun 94 Persen, Ini Penyebabnya

Waskita Karya. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperoleh laba bersih Rp42 miliar sepanjang kuartal I-2020. Capaian tersebut turun 94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp721 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret, pendapatan usaha Waskita turun 52 persen dari Rp8,7 triliun menjadi Rp4,2 triliun. Penurunan pendapatan tersebut membuat laba bruto Waskita Rp837 miliar, turun 57 persen secara tahunan.

BUMN konstruksi itu sebenarnya berhasil melakukan efisiensi. Beban pokok pendapatan misalnya, turun 50 persen menjadi Rp3,33 triliun.

Begitu juga dengan pos lain seperti beban umum dan administrasi (-8 persen) dan beban pajak final (-5,7 persen). Selain itu, perusahaan juga meraih keuntungan selisih kurs sebesar Rp18,6 miliar, dibandingan kuartal I-2019 yang mencatat rugi kurs Rp9 miliar.

Persoalan Waskita terletak pada besarnya utang di samping penurunan pendapatan. Pada Januari-Maret, perseroan membayar beban keuangan Rp701 miliar. Total liabilitas Waskita mencapai Rp89,1 triliun per 31 Maret 2020. Jumlah itu setara 3,3 kali lipat dari ekuitas Waskita yang sebesar Rp27 triliun.

Presiden Direktur Waskita, Destiawan Soewardjono mengatakan, perseroan fokus menggemukkan kas lewat pencairan pembayaran proyek-proyek turnkey. Proyek jenis ini memang baru dibayar pemilik saat pembangungan selesai.

“Kami menargetkan tambahan kas masuk dari proyek turnkey sekitar Rp4 triliun-Rp5 triliun hingga akhir tahun 2020. Menjaga arus kas dan kemampuan likuiditas salah satu prioritas utama Waskita, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini," katanya, Jumat (26/6/2020).

Selain itu, mantan direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk itu akan meneruskan rencana penjualan beberapa ruas tol Waskita, terutama yang ada di Trans Jawa. Penjualan tersebut bisa berupa pelepasan secara langsung atau lewat instrumen ekuitas.

“Saat ini ada beberapa proses transaksi divestasi yang sedang berjalan, investor sedang melakukan due diligence atas tol kami,” kata dia.

Destiawan juga menargetkan lebih banyak kontrak baru, baik dari pemerintah, BUMN, maupun swasta. Tak hanya dalam negeri, Waskita juga membidik pasar luar negeri.

"Saat ini kami sedang mengikuti sejumlah tender proyek di Asia Tenggara”, ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah