Layanan GrabFood Dorong Orang Buka Bisnis Baru

Djairan ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 14:58 WIB
Layanan GrabFood Dorong Orang Buka Bisnis Baru

GrabFood. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kehadiran Grab berkontribusi Rp77 triliun terhadap ekonomi Indonesia pada tahun lalu. Dari layanan GrabFood, nilai transaksinya mencapai Rp37,27 triliun.

Penelitian yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, GrabFood mendorong minat orang-orang untuk memulai bisnis baru khususnya sektor makanan. Kondisi tersebut menciptakan pelaku UMKM baru di Indonesia.

“Hasil survei kami, GrabFood sangat mendorong pertumbuhan UMKM baru, mengapa demikian? karena dari para mitra yang menjadi responden kami ternyata 20 persen mereka membuka bisnis baru karena adanya layanan GrabFood. Mereka merasa bahwa ini kesempatan usaha yang tidak sulit untuk dilakukan,” ujar Ekonom Tenggara Strategics, Stella Kusumawardhani, Kamis (25/6/2020).

Berdasarkan penelitan itu, kontribusi GrabFood terus meningkat. Pada 2018, transaksi layanan pesan antar makanan tersebut mencapai Rp20,84 triliun. Artinya, ada kenaikan hampir 80 persen.

Stella mengatakan, kenaikan tersebut sama saja dengan kenaikan omzet UMKM. Secara rata-rata, terjadi peningkatan penjualan 35 persen dari yang awalnya Rp36,7 juta per bulan, menjadi menjadi Rp49,6 juta per bulan.

“Kalau misalnya kita lihat lebih dalam lagi, kenapa kenaikan penjualan di platform digital ini bisa cepat? Karena peningkatan penjualan makanan itu sendiri dapat dilakukan tanpa harus menambah investasi lagi,” kata Stella.

Di bisnis restoran, kata dia, untuk meningkatkan jumlah konsumen dari 10 menjadi 100, perlu buka cabang baru. Hal ini membutuhkan modal yang besar.

Namun, 48 persen mitra GrabFood tidak mengeluarkan investasi baru untuk mendongkrak penjualan. Kenaikan pendapatan mereka rata-rata 24 persen atau setara Rp3,9 juta per bulan.

Editor : Rahmat Fiansyah