Mantan Pegawai 7-Eleven Tuntut Pembayaran Pesangon

Den Helmi Sajangbati ยท Rabu, 21 Februari 2018 - 12:37:00 WIB
Mantan Pegawai 7-Eleven Tuntut Pembayaran Pesangon
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Puluhan massa yang merupakan mantan pegawai 7-Eleven melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Modern Sevel Indonesia menuntut pembayaran pasongan segera sebesar Rp17,5 miliar untuk 276 mantan pegawai.

PT Modern Sevel Indonesia merupakan anak usaha PT Modern Internasional Tbk yang mengelola gerai ritel 7-Eleven. Sejak tutup per 30 Juni 2017, Sevel tengah dihadapkan pada sejumlah persoalan, termasuk utang dan pesangon mantan pegawai yang tak kunjung dibayarkan.

Sumarsono, Ketua Serikat Pekerja PT Modern Sevel Indonesia mengatakan, pihak Sevel belum juga membayarkan pesangon yang menjadi hak mantan pegawai. Padahal, berdasarkan putusan pengadilan, pesangon tersebut harus dibayarkan paling lambat 31 Desember 2017.

“Totalnya Rp17,5 miliar sama sekali belum dibayar. Ini untuk eks pekerja saja jadi ada sekitar 276 karyawan yang ikut serikat pekerja. Yang di luar serikat pekerja itu ada tapi enggak bisa hitung jumlahnya,” kata Sumarsono ditemui di lokasi, Rabu (21/2/2018).

Namun, Sumarsono memperkirakan total pesangon yang harus dibayarkan sekitar Rp20 miliar. Untuk mantan pegawai yang tergabung dalam serikat pekerja, total kewajiban pesangon yang harus dibayarkan setiap pegawai rata-rata Rp60 juta, tergantung dari level jabatan. Kewajiban lain seperti gaji dan tunjangan hari raya (THR) sudah dibayarkan oleh pihak manajemen.

“Iya ini pesangon saja. Kalau gaji, THR sudah dibayarkan, dibayar bulan Oktober. Sampai sekarang, belum hanya janji saja, kami minta dibayar secepatnya,” kata Sumarsono.

Menurut dia, kewajiban kepada mantan pegawai harus diprioritaskan karena putusan pengadilan telah memberikan tenggat waktu. Setelah itu, kata dia, pihak Sevel bisa melunasi kewajiban lainnya, termasuk utang kepada kreditur.

Sejak tidak beroperasi pada pertengahan tahun lalu, Sevel tengah berupaya untuk melunasi berbagai kewajiban. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 7 Februari 2018, para pemegang saham PT Modern Internasional Tbk sepakat untuk menjual aset dengan nilai lebih dari 50 persen kekayaan bersih. Aset itu mencakup properti, tanah, dan bangunan.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per 30 September 2017, total liabilitas perusahaan mencapai Rp1,28 triliun dengan Rp993,74 miliar merupakan utang jangka pendek.

Editor : Rahmat Fiansyah