Maskapai Inggris Flybe Mau Bangkrut, PM Boris Johnson Turun Tangan

Rahmat Fiansyah ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 22:45 WIB
Maskapai Inggris Flybe Mau Bangkrut, PM Boris Johnson Turun Tangan

PM Inggris, Boris Johnson. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Flybe terancam bangkrut. Krisis yang dialami salah satu maskapai terbesar di Eropa itu menjadi prioritas Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson.

Dilansir CNBC, Selasa (14/1/2020), Johnson memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah siap turun tangan untuk menyelamatkan Flybe dari kebangkrutan.

PM dari Partai Konservatif itu awalnya menyebut apa yang dialami Flybe harus diselesaikan sendiri oleh perusahaan itu. Namun, dia meralat ucapannya.

"(Krisis Flybe) itu bukan urusan pemerintah untuk terlibat dan menyelamatkan perusahaan hanya akan menambah masalah. Namun, pemerintah mengakui pentingnya Flybe dan akan bekerja kerjas untuk melakukan apa yang diperlukan," kata Johnson.

BACA JUGA:

Maskapai Flybe Milik Miliarder Richard Branson Terancam Kolaps

Pada 2019, Virgin Atlantic, Stobart Air, dan Cyrus Capital membentuk konsorsium untuk membeli Flybe senilai 2,8 juta dolar AS. Konsorsium itu berjanji menginvestasikan dana 130 juta dolar AS untuk maskapai itu.

Johnson tak mengungkapkan skenario penyelamatan seperti apa untuk Flybe. Namun, tiga menterinya saat ini dikabarkan bakal menggelar rapat darurat untuk membahas opsi paket penyelematan maskapai yang identik dengan warna ungu itu.

Salah satu opsi yang muncul yaitu menunda kewajiban Flybe membayar tagihan air passenger duty (APD) untuk tiga tahun ke depan senilai 106 juta pounds. Namun, pemerintah hanya akan memberikan penundaan pajak ini apabila konsorsium benar-benar mewujudkan janjinya soal investasi.

Flybe merupakan operator penerbangan domestik terbesar di Inggris. Maskapai itu melayani sekitar 30 bandara di Eropa. Setiap tahun, Flybe mengangkut 8 juta penumpang dengan 74 unit pesawat.


Editor : Rahmat Fiansyah