Mendag Cerita Pedagang Tanah Abang Digempur Hijab Impor Lewat Artificial Intelligence

Antara · Jumat, 05 Maret 2021 - 21:05:00 WIB
Mendag Cerita Pedagang Tanah Abang Digempur Hijab Impor Lewat Artificial Intelligence
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menjelaskan pentingnya mencintai produk Indonesia dan membenci barang impor. Ajakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Jokowi.

Mendag mengutip artikel dalam World Economic Forum (WEF) yang menceritakan pedagang hijab di Tanah Abang. Awalnya, dia adalah penjual hijab biasa lalu memproduksi sendiri dengan mempekerjakan 3.000 orang dengan pengeluaran gaji 65.000 dolar AS atau Rp10 miliar per tahun.

"Kemudian hijab yang dia produksi terbaca oleh Artificial Intelligence (AI) milik sebuah perusahaan di luar negeri. Jadi, mereka bisa tahu bentuknya, warnanya kayak apa, harganya berapa," ujarnya secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Dengan teknologi tersebut, kata Lutfi, produsen asing membuat hijab tersebut dalam skala besar dan dijual di Indonesia murah dengan harga Rp1.900 per potong

"Dapat dibayangkan bahwa produk hijab yang dihasilkan oleh anak bangsa akan kalah bersaing dari sisi harga," kata Lutfi.

Padahal, lanjut Mendag, bea masuk yang dihasilkan produk impor itu 44.000 dolar AS per tahun, lebih rendah daripada gaji karyawan produsen hijab lokal itu sebesar 65.000 dolar AS.

Editor : Rahmat Fiansyah

Halaman : 1 2