Mendag: Indonesia Harus Fokus pada Mitra Dagang dari Negara Nontradisional

Advenia Elisabeth ยท Rabu, 09 November 2022 - 11:52:00 WIB
Mendag: Indonesia Harus Fokus pada Mitra Dagang dari Negara Nontradisional
Menteri Perdagangan, Zuklifli Hasan, saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatra Utara. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, sudah saatnya Indonesia fokus pada mitra dagang dari negara-negara nontradisional untuk memperluas pasar ekspor

Mendag juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk memanfaatkan toll way yang disiapkan Kementerian Perdagangan melalui perjanjian perdagangan internasional.

“Kemendag memprioritaskan penetrasi pasar ekspor nontradisional melalui promosi, misi dagang, dan pembentukan kerja sama perdagangan melalui skema Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA),” kata Zuklifli Hasan, saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatra Utara, dikutip Rabu (9/11/2022).

Hal itu, lanjutnya, sangat berperan penting dalam penetrasi pasar ekspor sekaligus menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman resesi global. 

Menurut Mendag, kerja sama global dan nasional dapat berpkontribusi positif bagi Indonesia dalam empertahankan kinerja perdagangan yag positif. 

Sejauh ini, Indonesia masih memperlihatkan tren positif dalam mempertahankan kinerja perdagangan, terlihat dari surplus neraca perdagangan selama 29 bulana berturut-turut.

Bahkan, pada Januari-September 2022, surplus mencapai  39,87 miliar dolar AS. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari hasil sinergi seluruh para pemangku kepentingan dalam menjaga perekonomian nasional

"Indonesia akan semakin maju kalau kita berkolaborasi dan bekerja sama, itu kunci penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Zulkifli. 

Dia mengungkapkan, tantangan berat perekonomian di setiap negara dapat dihadapi dengan kerja sama antara seluruh pihak. Selain itu, kerja sama juga diperlukan dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju pada 2045.

“Kita patut bersyukur karena di tengah tantangan global, ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 persen YoY pada kuartal III 2022," tutur Zulkifli.

Dia menambahkan, pemerintah juga terus berupaya mengendalikan inflasi. Sejaub ini, harga barang kebutuhan pokok saat ini terpantau stabil. 

Untuk minyak goreng curah yang menjadi tugas khusus dari Presiden RI, saat ini harganya sudah di bawah harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp13.800 per liter. 

"Selain itu, Minyakita juga sudah tersedia di 34 provinsi termasuk Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah memenuhi kebutuhannya,” ungkap Zulkifli.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda