Menteri Basuki Ajak Investor Turki Bangun Infrastruktur di Indonesia

Aditya Pratama ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 09:15 WIB
Menteri Basuki Ajak Investor Turki Bangun Infrastruktur di Indonesia

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia menjajaki kerja sama dengan Turki di bidang infrastruktur. Berbagai peluang investasi di sektor infrastruktur ditawarkan kepada investor dari negara Eurasia itu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono bertemu secara virtual dengan Menteri Perdagangan Turki, Ruhsan Pekcan. Keduanya membahas soal peningkatan kerja sama antara kedua negara.

Dalam kesempatan itu, Basuki mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo. Oleh sebab itu, sektor ini diyakini cukup banyak menyediakan peluang investasi yang bisa dikerjasamakan.

"Peluang investasi tidak hanya dalam pembangunan jalan tol, namun juga dalam pembangunan sarana air bersih dan sanitasi, sumber daya air, perumahan, program pelatihan sumber daya manusia di bidang konstruksi serta transfer teknologi dan pengetahuan dalam sektor konstruksi,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (24/6/2020).

Menurut Basuki, kemampuan pendanaan pemerintah sangat terbatas sehingga diperlukan terobosan dengan melibatkan swasta. Apalagi, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, kontribusi swasta pada belanja infrastruktur ditargetkan bisa mencapai 42 persen.

Investasi infrastruktur, kata dia, cukup menarik bagi swasta lewat skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Banyak opsi pendanaan yang bisa dipilih di antaranya viability gap fund (VGF) berupa jaminan dari APBN agar proyek infrastruktur layak secara finansial.

Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah itu mengatakan, beberapa proyek infrastruktur di Indonesia menggunakan KPBU. Di antaranya Sistem Pengelolaan Air Minum Karian-Serpong dengan nilai investasi Rp2,2 triliun, Jalan Tol Cikunir-Ulujami Rp21,57 triliun, dan Jembatan Batam-Bintan Rp8,7 triliun.

“Kami sangat terbuka, silahkan nanti dikomunikasikan dengan Duta Besar Indonesia untuk Turki Bapak (Muhammad) Iqbal. Nanti membuat working group dengan contact person Dubes Indonesia untuk Turki," ujarnya.

Basuki menilai, kerja sama dengan Turki sangat penting karena kedua negara telah menyepakati Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA). Dalam perjanjian itu, kedua negara diharapkan bisa mencapai target perdagangan 10 miliar dolar AS pada 2023.

Editor : Rahmat Fiansyah