MIND ID Pilih Tiga Kandidat Lokasi Pembangunan Pabrik Baterai

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 21:12:00 WIB
MIND ID Pilih Tiga Kandidat Lokasi Pembangunan Pabrik Baterai
Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan MIND ID atau Inalum telah menetapkan lokasi pembangunan pabrik baterai. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan MIND ID atau Inalum telah menetapkan lokasi pembangunan pabrik baterai. Tak hanya itu, perusahaan pelat merah itu juga menargetkan proses pembangunan pabrik dilakukan 2-3 tahun ke depannya. 

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak menyebut, sudah menetapkan kandidat lokasi pembangunan pabrik. Dalam catatan manajemen, ada tiga lokasi yang dipilih, yaitu Halmahera di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara dan Papua. 

"Untuk targetnya sekitar 2-3 tahunlah, sementara pilihan lokasi ada di Sulawesi Tenggara, Halmahera dan Papua, pilihan di situ," ujar Orias, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Dari ketiga opsi lokasi tersebut, pihak PT Aneka Tambang (Persero) dan Tim yang diketuai Komisaris Utama MINDA ID Agus Tjahjana Wirakusuma akan memutuskan atau memfinalisasi mana lokasi yang dipilih. 

"Dari teman-teman Antam akan menjelaskan detail dan juga dari tim yang dibentuk Pak Menteri akan melaporkan dan memutuskan di mana. Tapi kemungkinan di tiga tempat itu," kata dia. 

Dalam kesempatan itu, Orias juga mengutarakan ihwal nilai investasi dari pembangunan pabrik baterai yang diproyeksi mencapai Rp20 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Dia bilang, angka tersebut bisa dicapai bila produk turunan yang dihasilkan lebih jauh lagi.

Nilai investasi itu juga didasari pada asumsi keterbukaan perseroan pada mitra kerja. Bila mitra kerja mampu digaet perusahaan, maka MIND ID memperkirakan nilai Rp20 miliar dolar AS bisa dicapai. 

"Pendanaan, sebelumnya ada yang tanya nilai proyek kan sekitar Rp12 miliar dolar AS, lalu Pak Menteri (BUMN) katakan Rp20 miliar dolar AS, karena turunannya lebih jauh, tidak berhenti pada nilai yang saya sampaikan, sehingga bisa sampai Rp20 miliar dolar AS. Kita terbuka untuk mitra kita, nikel kita banyak, mitra ketiga masuk bisa capai Rp20 miliar dolar AS, sekarang hitungan masih Rp12 miliar dolar AS," katanya. 

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel: