MNC Asset Management Dukung Pemerintah Tuntaskan Kasus Jiwasraya

Aditya Pratama ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 18:11 WIB
MNC Asset Management Dukung Pemerintah Tuntaskan Kasus Jiwasraya

MNC Asset Management akan mengikuti proses hukum yang berlaku dan berkomitmen membantu Kejagung untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - MNC Asset Management (MAM) akan mengikuti proses hukum yang berlaku dan berkomitmen membantu Kejaksaan Agung (Kejagung)  menyelesaikan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hal ini menyusul pemberitaan tentang penetapan tersangka 13 korporasi atas dugaan kasus korupsi Jiwasraya yang beredar di media elektronik.

Dalam keterangannya, Kamis (25/6/2020), perusahaan menyatakan, Reksa Dana Syariah Ekuitas II yang dikelola oleh MAM merupakan produk single investor milik Jiwasraya dan tidak terkait dengan produk reksa dana lainnya. “Portfolio yang ada di dalam Reksa Dana Syariah Ekuitas II ditentukan oleh Jiwasraya, di mana setiap pembelian dan penjualan portfolio dilakukan atas instruksi Jiwasraya,” tulis MAM.

Perihal berita penetapan status tersangka terhadap MAM, manajemen belum menerima pemberitahuan resmi dari Kejagung terkait penetapan tersebut. MAM akan menelaah lebih lanjut penetapan status tersangka ini

Berdasarkan data-data internal yang ada, MAM berpendapat tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan. MAM akan berkoordinasi dengan konsultan hukum/kuasa hukum untuk melakukan klarifikasi yang diperlukan terhadap penetapan status tersangka ini.

“MAM berkomitmen untuk mendukung pemerintah menuntaskan kasus Jiwasraya dan akan bersikap kooperatif dalam proses pengadilan yang sedang berlangsung di Kejagung,”ujar MAM. 

Selain itu, MAM selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah. Nasabah diimbau untuk tetap tenang. MAM akan melakukan segala tindakan yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasabah.

“Pernyataan ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan dari investor, sekaligus merupakan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar di media massa,” ujar MAM.

Editor : Ranto Rajagukguk