Moeldoko Minta BPDPKS Tuntaskan Peremajaan Sawit Rakyat

Antara ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 16:13 WIB
Moeldoko Minta BPDPKS Tuntaskan Peremajaan Sawit Rakyat

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko saat rapat virtual dengan Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurachman. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Program peremajaan sawit rakyat (PSR) seluas 500.000 hektare (ha) tersendat. Peremajaan itu ditargetkan selesai 2022.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko meminta Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurachman menuntaskan target tersebut.

"Pemerintah menargetkan 500 ribu hektare peremajaan sawit rakyat dari 2020 sampai 2022. Walaupun seperti poco-poco, maju mundur begini, saya ingin Bapak Eddy BPDPKS selesaikan ini," kata Moeldoko, Minggu (28/6/2020).

Menurut dia, BPDPKS harus menyelesaikan berbagai masalah yang menghambat target tersebut. Di antaranya kapasitas pekebun dan penyuluh hingga persoalan legalitas pekebun.

"Pemerintah tidak ingin petani terpinggirkan dari kebijakan sawit. Kami ingin kebijakan pro petani rakyat," katanya.

Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman menyatakan, program peremajaan sawit menjadi prioritas karena manfaatnya dapat dirasakan petani. Menurut dia, dana PSR sudah ditingkatkan dari Rp25 juta per ha menjadi Rp30 juta per ha dengan maksimum 4 ha per kebun petani.

Sejak 2016, kata Eddy, BPDPKS telah menyalurkan Rp3,4 triliun untuk program peremajaan sawit. Dana tersebut dipakai untuk meremajakan 137.000 ha kebun dengan sasaran 60.066 petani.

Eddy menyebut, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyederhanakan syarat legalitas pekebun. Dari 14 syarat, kini tinggal dua syarat.

Selain itu, kata dia, BPDPKS telah berkoordinasi dengan bank-bank BUMN untuk memberikan fasilitas kredit terjangkau kepada petani.

Editor : Rahmat Fiansyah