Nissan Siapkan Rp252,3 Triliun untuk Investasi Pengembangan Mobil Listrik

Aditya Pratama · Selasa, 30 November 2021 - 06:36:00 WIB
Nissan Siapkan Rp252,3 Triliun untuk Investasi Pengembangan Mobil Listrik
Nissan Motor Co akan menginvestasikan Rp252,3 triliun untuk pengembangan mobil listrik. (foto: dok. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan otomotif asal Jepang, Nissan Motor Co akan menginvestasikan 2 triliun yen atau sekitar 17,6 miliar dolar AS (setara Rp252,3 triliun) selama lima tahun ke depan untuk pengembangan mobil listrik

Dilansir dari CNBC, investasi ini juga bertujuan untuk meluncurkan 23 model mobil listrik baru pada tahun 2030, di mana 15 di antaranya akan sepenuhnya menggunakan listrik. Ini menargetkan campuran elektrifikasi 50 persen untuk merek Nissan dan Infiniti pada akhir dekade ini.

CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan, di bagian baterai, perusahaan berencana untuk memperkenalkan baterai all-solid-state, atau ASSB, ke pasar pada tahun 2028. Dia menyebut, perusahaannya fokus pada pengembangan internal ASSB.

“Dengan ini, kami akan dapat menggandakan kepadatan energi dibandingkan baterai lithium-ion saat ini. Dengan baterai yang dibuat lebih kecil dan lebih tipis, kami dapat menawarkan tata letak yang fleksibel dengan kinerja yang lebih dinamis, meluas ke segmen yang lebih besar seperti truk pikap," ujar Uchida dikutip, Selasa (30/11/2021).

Nissan merupakan salah satu dari beberapa perusahaan terkenal yang mengejar strategi elektrifikasi. Pada bulan Maret, Volvo Cars mengatakan berencana untuk menjadi "perusahaan mobil listrik sepenuhnya" pada tahun 2030. 

Di sisi lain, BMW Group mengatakan ingin kendaraan listrik sepenuhnya mewakili setidaknya 50 persen dari pengirimannya pada tahun 2030.

Hal ini terjadi pada saat ekonomi utama di seluruh dunia sedang berusaha untuk mengurangi jejak lingkungan dari transportasi.

Inggris, misalnya, ingin menghentikan penjualan mobil dan van diesel dan bensin baru pada tahun 2030. Mulai tahun 2035, semua mobil dan van baru harus memiliki emisi knalpot nol.

Kemudian, Komisi Eropa, badan eksekutif UE, menargetkan pengurangan 100 persen emisi CO2 dari mobil dan van pada tahun 2035.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel: