Pabrik Perakit iPhone Mau Pindah ke Indonesia, Ini Kata Menko Luhut

Rully Ramli ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 23:36 WIB
Pabrik Perakit iPhone Mau Pindah ke Indonesia, Ini Kata Menko Luhut

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Pabrik perakitan ponsel iPhone asal Taiwan, Pegatron siap hengkang ke Indonesia akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Kabar ini sudah diterima oleh pemerintah Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengonfirmasi ketertarikan Pegatron berinvestasi di Indonesia. Manajemen Pegatron bahkan sudah bertemu dengan pemerintah.

"Oh yang dari Taiwan itu, tadi baru diomongin, dia mau invest," kata Luhut ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

BACA JUGA:

Perang Dagang AS-China, Luhut Sebut Ada Relokasi Pabrik China ke RI

Soal Investasi China, Luhut: RI Terlalu Besar Berpihak ke Satu Negara

Kabar isu Pegatron menjadikan Indonesia sebagai basis produksi muncul dari Nikkei Asian Review. Namun, pabrik yang akan dipindah bukan lini yang memproduksi ponsel iPhone, melainkan produk lain seperti set top box dan perangkat pintar lain yang diperkirakan meraup pendapatan hampir 1 miliar dolar AS per tahun.

Luhut menuturkan, Pegatron sempat ragu saat berinvestasi di Indonesia, terutama terkait perizinan. Pegatron dikabarkan akan menyewa lahan di Batam, Kepulauan Riau.

"Dia ragu-ragu invest karena takut masalah izin-mengizin. Terus saya jawab, semua izin kita urusin, pokoknya kamu investasi di sini, sepanjang kamu ikutin semua aturan-aturan yang ada, supaya jangan ada persulit, lalu sogok menyogok, tangkap KPK lagi," tutur Luhut.

Mantan Duta Besar RI untuk Singapura berharap perusahaan tersebut bisa segera berinvestasi awal tahun depan. Dia menyebut, Pegatron bukan satu-satunya perusahaan yang akan ditarik pemerintah untuk berinvestasi akibat perang dagang AS-China.

"Kita memang dorong orang-orang yang mau relokasi industrinya terutama semi konduktor, HP, elektronik ke Indonesia," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah