Pekerjakan Kembali Karyawan, Primark Tolak Bonus Rp548,21 Miliar

Djairan ยท Senin, 13 Juli 2020 - 10:29 WIB
Pekerjakan Kembali Karyawan, Primark Tolak Bonus Rp548,21 Miliar

Perusahaan ritel fesyen Primark tidak akan mengambil bonus dari pemerintah Inggris sebesar 30 juta poundsterling (Rp548,21 miliar). (Foto: Getty Images)

LONDON, iNews.id - Perusahaan ritel fesyen Primark tidak akan mengambil bonus dari pemerintah Inggris sebesar 30 juta poundsterling (Rp548,21 miliar). Primark telah membantu mengatasi masalah pengangguran yang terus meningkat.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengumumkan, semua bisnis akan diberi bonus 1.000 poundsterling (Rp18,27 juta) untuk setiap karyawan yang mereka pekerjakan kembali setelah dirumahkan. Primark diketahui telah menempatkan kembali sekitar 30.000 pekerja dalam skema retensi dari pemerintah.

Primark kembali mempekerjakan karyawan dan tidak akan meminta pembayaran bonus dari pemerintah tersebut. Perusahan menilai, tidak perlu mengajukan permohonan pembayaran pada situasi sulit saat ini, di mana bonus tersebut juga bersumber dari dana pembayaran pajak.

"Perusahaan kembali menempatkan karyawan, sejalan dengan pembukaan sebagian besar toko-toko ritel kami," ujar juru bicara Primark dikutip dari BBC Senin (13/7/2020).

Saat mengumumkan skema bonus retensi pekerja dalam upaya pembaruan ekonomi Inggris, Kanselir Sunak mengatakan, salah satu hal paling penting yang dapat mencegah pengangguran adalah mempekerjakan kembali sebanyak mungkin karyawan yang sempat dirumahkan.

Perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam hal ini, akan mendapat bonus tersebut jika mempekerjakan kembali karyawan dari cuti, selama kurang lebih tiga bulan setelah skema pembayaran upah dari pemerintah berakhir pada Oktober nanti.

Saat ini, ada 9,4 juta tenaga kerja yang tercatat pada skema cuti pemerintah. Jika pekerja tersebut kembali dipekerjakan, pemerintah akan menggelontorkan dana lebih dari 9 miliar poundsterling (Rp163,97 triliun) untuk pembayaran bonus yang telah dijanjikan.

Editor : Ranto Rajagukguk