Pelecehan Seksual di Garuda Indonesia, Dirut Baru: Tak Termaafkan

Muhammad Aulia ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:01 WIB
Pelecehan Seksual di Garuda Indonesia, Dirut Baru: Tak Termaafkan

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kiri) dan Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf (kanan). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Masalah pelecehan seksual di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi perhatian serius bos baru, Irfan Setiaputra. Dia berjanji mengatasi masalah ini dengan serius.

"Kami komitmen soal ini. Kita juga mau mengatakan ini tak termaafkan," ujar Irfan di Jakarta, Jumat (24/01/2020).

Isu pelecehan seksual mencuat tak lama setelah Ari Askhara dicopot dari jabatannya sebagai dirut Garuda. Belakangan, salah satu pramugari Garuda, Siwi Sidi melapor polisi karena tak terima disebut 'Gundik Garuda" oleh akun media sosial.

Saat ini, Irfan mengaku tengah menyiapkan pakta integritas untuk mencegah munculnya penyalahgunaan wewenang oleh direksi kepada bawahan, terutama pramugari.

"Kita tadi malam sudah start (menyusun) pakta integritas kita direksi dengan karyawan. Kita melarang kalau terjadi penyalahgunaan atasan (ke) bawahan," kata Irfan.

Irfan menolak merinci poin-poin penting yang akan ada dalam pakta integritas tersebut. Yang jelas, tim sudah memulai untuk menyusun pakta itu.

"Kami pasti akan melihat dan mendefinisikan mana sih, pada level seperti apa pelecehan tersebut," ucapnya.

Dia menjamin pakta integritas cukup ampuh untuk membuat jera atasan yang 'nakal'. Dia berharap citra Garuda bisa membaik di masa depan.


Editor : Rahmat Fiansyah