Pemegang Saham IATA Setujui Penambahan Modal

Aditya Pratama ยท Kamis, 22 Juli 2021 - 13:10:00 WIB
Pemegang Saham IATA Setujui Penambahan Modal
Pemegang saham IATA menyetujui penambahan modal

JAKARTA, iNews.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) menyetujui sejumlah hal. Salah satunya penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement

Ada empat mata acara dalam RUPST dan dua hal yang disetujui dalam RUPSLB  yang dipimpin oleh Komisaris Independen Indonesia Transport & Infrastructure Christophorus Taufik. Pertama, menyetujui dan menerima dengan baik laporan tahunan direksi dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris perseroan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Kedua, menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan perseroan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020, serta memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada dewan komisaris dan direksi perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurus yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir 31 Desember 2020, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam laporan tahunan keuangan perseroan 2020.

Ketiga, menyetujui untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020. Keempat, menyetujui memberikan kuasa dan wewenang kepada dewan komisaris menunjuk Akuntan Publik Independen dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengedit buku-buku perseroan tahun buku yang akan berakhir pada 31 Desember 2021 dan untuk menetapkan honorarium angkutan publik independen dan atau kantor akuntan publik tersebut serta persyaratan lain penunjukannya.

Sementara itu, dalam RUPSLB terdapat dua mata acara yang disetujui pemegang saham. Pertama, menyetujui rencana perseroan untuk melaksanakan penambahan modal selain dalam rangka Program Kepemilikan Saham sebanyak-banyaknya 718.147.026 saham seri B dengan nilai nominal Rp50 atau sebanyak-banyaknya 7,20 persen dari modal ditempatkan dan disetor melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan pasar modal, khususnya POJK Nomor 14/2019 dengan pelaksanaan yang tunduk pada Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu, menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada dewan komisaris perseroan untuk mengeluarkan saham baru perseroan terkait dengan pelaksanaan penambahan modal perseroan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2