Pengangguran di RI Terus Menurun, Tanda Arah Kebijakan Pemerintah On the Right Track

Michelle Natalia ยท Jumat, 13 Mei 2022 - 19:15:00 WIB
Pengangguran di RI Terus Menurun, Tanda Arah Kebijakan Pemerintah On the Right Track
Pengangguran di RI terus menurun, tanda arah kebijakan pemerintah on the right track

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, performa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam konteks stabilitas fiskalnya sangat menggembirakan. Jumlah pengangguran juga terus menurun.

“Per 31 Maret kuartal I, kondisi APBN kita sehat di mana pendapatan negara tumbuh sangat tinggi mencapai 32,1 persen,” kata dia dalam acara Tanya BKF di Jakarta, Jumat(13/5/2022). 

Selain APBN yang sehat, angka pengangguran juga terus menurun. Menurutnya, hal tersebut menandakan kebijakan yang diambil pemerintah selama 2020-2022 sudah sangat baik.

“Di tahun 2021 pengangguran sudah menurun, kemudian 2022 kembali menurun lagi. Ini menunjukan bahwa arah kebijakan kita sudah on the right track,” ujarnya.

Di sisi lain, realisasi dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan April 2022 sudah berjalan dengan baik, terutama dalam konteks penanganan kesehatan berupa pemberian insentif-insentif yang sudah disiapkan.

“Perlindungan masyarakat juga sudah berjalan sesuai dengan jadwal, seperti penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Kartu Pra Kerja menjadi bagian alasan hasil perekonomian yang terus membaik,” tutur Febrio.

Namun, dia mengungkapkan, selain semakin kuat, pertumbuhan ekonomi juga harus tetap berkualitas. Ini tercermin dari tingkat pengangguran yang menurun diimbangi dengan tingkat kemiskinan yang juga terus berkurang, bahkan hingga ke tingkat ketimpangan yang terus membaik. Harapannya, pemerintah dapat merancang kebijakan-kebijakan untuk menghadapi tantangan yang berbeda.

“Di 2022 kita tetap optimis walaupun kita dihadapkan pada challenge yang berbeda dalam jangka menengah,” ujarnya.

Pada 2022 hingga 2026, reformasi akan terus dilakukan dari sisi struktural, terutama dalam kemudahan berusaha, juga dengan menaikkan daya saing hilirisasi dan mendorong industrialisasi lebih kuat lagi. Selain itu, reformasi juga akan terus dilakukan dari sektor ekonomi digital, ekonomi hijau, serta sektor keuangan.

“Dengan begitu, diharapkan produktivitas akan meningkat sehingga skenario pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah ini menjadi cukup menjanjikan bagi perekonomian,” ucap Febrio.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda