Penjelasan Dirut Garuda Indonesia soal Rencana Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Aditya Pratama ยท Selasa, 09 Juni 2020 - 21:42 WIB
Penjelasan Dirut Garuda Indonesia soal Rencana Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kiri) dan Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf (kanan). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra kerap berkomentar tentang perlu atau tidaknya menaikkan harga tiket pesawat. Hal itu dilatarbelakangi adanya pembatasan jumlah penumpang di masa pandemi Covid-19 sebanyak 70 persen (semula 50 persen).

Selain itu, menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini para calon penumpang akan memiliki pola pikir yang berbeda. Prioritas akan bergeser dari harga ke rasa aman dan nyaman.

"Menurut saya ke depan ini daftar prioritas atau cara berpikir orang naik pesawat mungkin agak sedikit berubah, dulu kan kita cari yang murah, mungkin ke depan ada perasaan cari airlines yang aman," ujar Irfan dalam diskusi daring, Selasa (9/6/2020).

"Itu yang kita analisa ke depan mungkin itu menjadi konsiderasi baru ketika seorang mau terbang seperti apa. Ini yang kemudian harga mungkin jadi kriteria nomor sembilan dan menambah 150.000 untuk rapid test yang penting saya aman," ujarnya.

Mantan Dirut PT INTI (Persero) ini juga menjelaskan perihal adanya tes PCR di maskapai penerbangan. Ada anggapan, masyarakat enggan terbang karena lebih mahal dari tiket pesawat normal. 

Dia mengatakan, Garuda Indonesia lebih memikirkan keamanan penumpang. "Pertanyaannya adalah? Apakah ada cost yang bisa kita tekan? Apakah harga avtur bisa diturunkan? Atau parkir diturunkan atau tiket naikin?" kata dia.

Irfan menuturkan, menaikkan harga tiket pesawat adalah suatu perbuatan yang tidak populer. Oleh karena itu, pihaknya masih akan terus mengkaji berbagai kemungkinan.

"Menaikkan tiket itu sebuah perbuatan yang sangat tidak populer, tetapi kita juga mesti menghitung juga, ketika kita naikin anda jadi terbang atau tidak," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk