Perkuat Digitalisasi Bandara, AP II Bidik Pendapatan Rp12,8 Triliun pada 2020

Muhammad Aulia ยท Minggu, 12 Januari 2020 - 19:03 WIB
Perkuat Digitalisasi Bandara, AP II Bidik Pendapatan Rp12,8 Triliun pada 2020

Bandara YIA Kulon Progo menjadi salah satu bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II membidik pendapatan Rp12,8 triliun atau naik 34 persen sepanjang 2020. Angka itu ditargetkan bisa tercapai ditopang oleh digitalisasi di bandara-bandara yang dikelola perseroan.

Pendapatan AP II tahun ini akan disumbang dari bisnis aeronautika Rp6,26 triliun dan nonaeronautika, termasuk kargo Rp6,54 triliun. Sementara laba bersih diharapkan bisa mencapai Rp3 triliun dengan EBITDA Rp5,3 triliun.

"Jadi pertama kalinya mulai di tahun 2020 ini, kontributor pendapatan terbesar PT Angkasa Pura II berasal dari bisnis nonaeronautika yaitu sebesar 51 persen," kata Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, Minggu (12/1/2020).

Awaluddin mengungkapkan, 2020 merupakan tahun yang penting bagi AP II karena awal dimulainya Corporate Strategic Transformation 2.0. Lewat strategi ini, AP II tidak hanya bertumpu pada bisnis inti semata, melainkan memanfaatkan sumber penerimaan dari pos seperti bisnis digital, big data, platform sistem transportasi, dan lain-lain.

Dalam hal ini, kata Awaluddin, AP II akan memperkuat sinergi dengan anak-anak usaha yaitu PT Angkasa Pura Propertindo, PT Angkasa Pura Kargo, PT Angkasa Pura Aviasi, PT Angkasa Pura, PT Gapura Angkasa, dan PT Angkasa Pura Solusi (PT Angkasa Pura Solusi Integra dan PT Angkasa Pura Sarana Digital).

"Seluruh anak usaha ditargetkan meraih pendapatan Rp3,4 triliun atau sekitar 26,7 persen dari total pendapatan 2020," ucapnya.

Dia menilai, AP II akan mendorong digitalisasi bandara secara terus menerus lewat konsep Smart Airport. Pada 2020-2024, perseroan akan mengimplementasikan teknologi mutakhir di bandara di antaranya Artifical Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), big data analytics, roboting, automation, Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR).

"Digitalisasi dalam pengelolaan bandara tak bisa ditolak, bandara tidak bisa dikelola dengan cara-cara tradisional lagi. Bandara bisa diibaratkan sebagai penghubung semua kegiatan ekonomi, adi kalau ada istilah Internet of Things (IoT), besok akan ada Airport of Things," tuturnya.

Pada tahun ini, AP II memperkirakan jumlah penumpang pesawat mencapai 93,92 juta, naik sekitar 4,3 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 771.940 dan kargo 802.117 ton atau masing-masing naik 4,2 persen.

Editor : Rahmat Fiansyah