Pertamina Akan Privatisasi 2 Anak Usaha

Suparjo Ramalan ยท Minggu, 26 Juli 2020 - 19:07 WIB
Pertamina Akan Privatisasi 2 Anak Usaha

Pertamina akan memprivatisasi dua anak usaha untuk mendanai belanja modal yang ditargetkan mencapai 133 miliar dolar AS dalam enam tahun ke depan. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Pertamina akan melepas sebagian saham kepada publik (privatisasi) dua anak usaha. Kendati demikian, belum diketahui identitas dua anak usaha yang akan dilepas.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) bisa menjadi solusi menambah belanja modal induk usaha. Pertamina telah menetapkan belanja modal 133 miliar dolar AS untuk enam tahun ke depan.

"Kami sudah memetakan kemampuan kita itu 47 persen , 15 persen itu equity financing, 10 persen project financing, 28 persen ini external fund. External fund ini bisa dari berbagai cara, bisa bonds, bisa pinjam ke perbankan dan bisa IPO," kata Nicke, Minggu (26/7/2020).

Menurut Nicke, IPO menjadi opsi paling menguntungkan karena jauh lebih fleksibel dibandingkan pinjaman atau surat utang yang memiliki tenor. Dengan IPO, kata dia, Pertamina lebih leluasa dalam menetapkan dividen sebagai timbal balik kepada pemegang saham.

Selain itu, menurut dia, jika pendanaan diperoleh lewat utang, maka berpengaruh langsung terhadap keuangan perusahaan. Dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) yang meningkat, maka risiko juga ikut meningkat.

"Kenapa kita nggak bonds saja ya? Tapi nanti debt to equity ratio-nya ke-hit (terpukul), dan juga harus dikembalikan. Kalau IPO lebih fleksibel karena nggak terdampak debt to equity ratio dan tidak usah mengembalikan pokok-pokok pinjaman. Sebenarnya, ada plus minusnya," tuturnya.

Mantan direktur PLN ini juga menilai, perusahaan migas dunia seperti Exxon hingga Petronas mendorong anak-anak usahanya IPO untuk mengembangkan bisnis.

"Kita lihat seperti Petronas, dari lima subholdingnya empatnya di-IPO. Sama saja dengan BP, PTT, Exxon ini jadi salah satu opsi perusahaan-perusahaan untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya," kata Nicke.

Editor : Rahmat Fiansyah