Perusahaan Migas Besar Dunia Tertarik Potensi Minyak dan Gas Bumi di Indonesia

Djairan ยท Selasa, 08 September 2020 - 22:03 WIB
Perusahaan Migas Besar Dunia Tertarik Potensi Minyak dan Gas Bumi di Indonesia

Perusahaan besar minyak dan gas bumi (migas) unkonvensional dunia asal Houston Amerika Serikat (AS), EOG Resources tertarik dengan potensi migas di Indonesia. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Perusahaan besar minyak dan gas bumi (migas) unkonvensional dunia asal Houston Amerika Serikat (AS), EOG Resources tertarik dengan potensi migas di Indonesia. Ini ditunjukkan perusahaan dengan mengajukan keanggotaan data migas Indonesia.

“Keberhasilan menggaet investor baru ke Tanah Air menunjukkan potensi migas Indonesia dinilai masih sangat menarik,” ujar Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Upaya SKK Migas menggaet calon investor kelas dunia dimulai sejak 2019. Di mana SKK Migas melaksanakan roadshow ke beberapa negara, salah satunya di Amerika Serikat untuk mempromosikan data potensi migas Indonesia.

“Hasil roadshow SKK Migas ditanggapi positif oleh EOG Resources, perusahaan yang tercatat berada di peringkat ke 186 dari Fortune 500 tahun 2020, dengan total produksi minyak 456 ribu BOPD, 134 ribu BPD LNG, dan 1.366 MMSCFPD”, kata Jaffee.

Pada Juli 2019, perwakilan tim EOG Resources berkunjung ke SKK Migas selama dua minggu untuk membahas lebih detil langkah-langkah yang akan dilakukan dalam memutuskan investasi di Indonesia.

“Sejak tahun lalu hingga Desember mendatang, EOG Resources bersama SKK Migas, Ditjen Migas, dan Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kementerian ESDM telah melakukan quick look regional studies unconventional. Kami menemukan indikasi awal yang baik terkait potensi migas unkonvensional di Indonesia,” ujar Jaffee.

Jaffee menambahkan, keikutsertaan EOG Resources dalam keanggotaan data migas Indonesia menjadi langkah selanjutnya dalam memutuskan investasi di Indonesia. “Tentunya kami berharap awal yang baik ini akan berkembang menjadi keputusan investasi ke depan. Dengan banyaknya investor masuk ke hulu migas, maka peluang giant discoveries dan development dalam meningkatkan produksi akan semakin besar,” katanya.

Editor : Dani Dahwilani