PLN: Kompor Listrik Berpotensi Hemat Pengeluaran Negara Rp27 Triliun

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 02 Desember 2021 - 18:00:00 WIB
PLN: Kompor Listrik Berpotensi Hemat Pengeluaran Negara Rp27 Triliun
PLN sebut kompor listrik berpotensi hemat pengeluaran negara Rp27 triliun. Foto: Pixabay

JAKARTA, iNews.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperkirakan program konversi elpiji ke kompor listrik untuk 30 juta penerima manfaat selama empat tahun dapat menghemat pengeluaran negara mencapai Rp27,3 triliun.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, nilai penghematan itu berasal dari penghematan impor elpiji sebesar Rp25,9 triliun dan penghematan subsidi senilai Rp1,4 triliun.

"Selain menyelamatkan defisit transaksi berjalan, implementasi konversi kompor elpiji ke kompor induksi juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mendorong program-program transisi energi," kata dia dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Kamis (2/12/2021).

Dia optimistis program konversi elpiji ke kompor listrik bisa terlaksana mengingat Indonesia memiliki sejarah suskes dalam program konversi minyak tanah ke elpiji beberapa tahun lalu. Dalam konversi minyak tanah ke elpiji, pemerintah menerbitkan regulasi setingkat Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan hukum.

"Kita harus luncurkan Perpres ini (untuk konversi kompor induksi), setelah itu baru kita bangun bersama-sama. Ini kepentingan bangsa, bukan kepentingan PLN ataupun Pertamina," ujar Bob.

Kendati membutuhkan komitmen bersama dalam implementasi konversi kompor elpiji ke kompor listrik, PLN berinisiatif mengampanyekan penggunaannya. Sejak dua tahun lalu, perusahaan listrik pelat merah itutelah meluncurkan program 1 juta kompor listrik dengan fokus kampanye ke pelanggan. 

PLN juga telah bersinergi dengan perumahan-perumahan baru menggunakan kompor induksi dengan memberikan promo ekstra daya.

"Dari kampanye 1 juta kompor induksi kira-kira sudah ada pelanggan yang beralih sebanyak 126.000. Kita perlu mekanisme kebijakan setelah itu baru memberi insentif," ucapnya.

Terlepas dari manfaat yang didapatkan negara, penggunaan kompor listrik diketahui lebih mudah dan aman. Tak cuma itu, program konversi juga diperkirakan mendorong industri nasional.

Koordinator Penyiapan Program Konservasi Energi Kementerian ESDM Qatro Romandhi mengatakan, program konversi elpiji ke kompor listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan impor elpiji.

"Secara tidak langsung program ini juga akan berdampak positif ke ketahanan energi dan menyeimbangkan neraca perdagangan dari impor gas," kata dia.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio berpendapat, untuk menyukseskan program konversi harus menyiapkan terlebih dahulu payung hukumnya. Selain itu, pemerintah perlu mendorong adanya insentif, sehingga dapat menarik masyarakat.

"Dari sisi PLN, implementasi penggunaan kompor induksi memang menjadi solusi kelebihan daya listrik," ucap Agus.

Konversi kompor elpiji ke kompor listrik juga mendapat dukungan dari Pertamina yang selama ini menyuplai elpiji kepada masyarakat. Vice President Downstream Research and Technology Innovation Pertamina Andianto Hidayat menilai program konversi tersebut perlu dilakukan secara matang karena industri elpiji melibatkan banyak pihak mulai dari produksi tabung, selang, hingga regulator.

“Kami mendukung konversi tersebut karena memang sebaiknya kompor induksi menyasar pasar yang daya listriknya mampu mendukung ke sana. Kami tetap menyuplai elpiji ke pasar yang tidak tercakup oleh kompor induksi," tutur Andianto.

Pertamina juga akan berkomunikasi dengan PLN dan meminta dukungan pemerintah agar proses konversi ini berjalan dengan baik hingga diterima masyarakat.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: