PLTU Berbasis Batu Bara Akan Pensiun Dini Mulai 2030

Aditya Pratama ยท Kamis, 21 Oktober 2021 - 19:19:00 WIB
PLTU Berbasis Batu Bara Akan Pensiun Dini Mulai 2030
PLTU berbasis batu bara akan pensiun dini mulai 2030. . (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Peneliti Madya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Joko Tri Haryanto mengatakan, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara akan pensiun dini (early retire) mulai 2030 hingga 2050.

“Pada tahap awal energy transition mechanism (ETM), PLTU dan PLN (Perusahaan Listrik Negara) akan ikut dalam sistem invest and trade dalam perdagangan karbon yang regulasinya mudah-mudahan segera disahkan melalui Peraturan Presiden tentang Nilai Ekonomi Karbon,” kata dia di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (21/10/2021).

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan skema ETM agar PLTU dapat pensiun dini dan digantikan oleh pembangkit listrik yang termasuk energi baru dan terbarukan (EBT). Skema ETM tersebut memiliki beberapa tahapan hingga PLTU berbasis batu bara pensiun dini.

"Konsep ETM ada beberapa tahap, tahap satu beberapa PLTU ikut skema invest and trade. Tahap berikutnya 2022, ikut carbon tax, baru kemudian ikut skema early retirement,” ujarnya.

Setelah PLTU berbasis batu bara pensiun dini dan mendapatkan kompensasi, melalui skema ETM, pemerintah akan menggunakan pembiayaan campuran atau blended finance. Salah satunya dengan memanfaatkan carbon recycling fund (CRF) untuk membeli aset PLTU tersebut.

“Kemudian ETM akan mengeluarkan karbon kredit di pasar karbon untuk mendanai transaksi PLTU berbasis karbon menuju transisi pembangkit listrik berbasis EBT,” ucap Joko.

Dia menuturkan, skema ETM ini agar biaya transisi PLTU berbasis batu bara menjadi pembangkit listrik EBT tidak hanya ditanggung anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) saja. Penggantian PLTU berbasis batu bara menjadi PLTU berbasis energi yang lebih hijau diperlukan untuk mengurangi emisi karbon Indonesia mulai 2030 mendatang sampai tercapai nol emisi karbon pada 2060.

"Kami merancang bagaimana komitmen ini tidak sekadar komitmen tapi diimplementasikan," kata Joko.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: