Produk Berbahasa Indonesia Sulit Masuk Pasar Filipina

Aditya Pratama ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 19:15 WIB
Produk Berbahasa Indonesia Sulit Masuk Pasar Filipina

Penamaan produk dalam bahasa Indonesia tidak ramah di telinga warga Filipina yang menggunakan bahasa Tagalog sehari-hari. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Direktur dan Pendiri Alfamart Filipina, Robert Kwee menyebut ada kesulitan produk Indonesia masuk ke pasar ritel di Filipina. Dia menyebut, salah satu faktor utamanya adalah ketidakcocokan bahasa antara produk Indonesia dan pasar di Filipina.

Robert mengungkapkan, penamaan produk dalam bahasa Indonesia tidak ramah di telinga warga Filipina yang menggunakan bahasa Tagalog sehari-hari. Ini menyulitkan produk Indonesia masuk ke pasar Filipina.

"Saya akhir-akhir ini sering dapat pertanyaan, how to enter retail market in Philipines? Ternyata banyak kendala, contohnya namanya tidak cocok dengan Philippines market," ujar Robert dalam video conference, Kamis (30/7/2020).

Dia menyebutkan, masyarakat Filipina cenderung berorientasi terhadap produk-produk asal Amerika Serikat. Ini karena secara penamaan, masyarakat di sana lebih akrab dengan segala hal yang berbahasa Inggris.

"Banyak merek Indonesia yang kurang cocok, tapi ada beberapa yang mirip, misal Tolak Angin. It can be easily translated. Di Tagalog it has the same meaning. Makanya di sana bisa langsung masuk," katanya.

Robert menyebut, sebenarnya perusahaan Indonesia punya potensi besar merambah pasar ASEAN. Menurutnya, korporasi Indonesia memiliki kekuatan lebih besar dari perusahaan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

"Talent di Indonesia itu far stronger dan far better than some other ASEAN countries. Di seluruh ASEAN, terutama di Filipina, itu banyak back offices yang sebetulnya dari Indonesia," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani