Produksi Batu Bara Bukit Asam (PTBA) Tahun Lalu Tembus 30 Juta Ton

Dinar Fitra Maghiszha ยท Rabu, 16 Maret 2022 - 13:11:00 WIB
Produksi Batu Bara Bukit Asam (PTBA) Tahun Lalu Tembus 30 Juta Ton
Produksi batu bara Bukit Asam (PTBA) tahun lalu tembus 30 juta ton. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat volume produksi batu bara sepanjang tahun lalu menembus 30,04 juta ton.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Farida Thamrin mengatakan, perusahaan berkomitmen untuk bisa melebihi target produksi. Kenaikan produksi batu bara tahun lalu meningkat 21 persen dibandingkan 2020 sebanyak 25,42 juta ton. Volume angkut batu bara juga naik 7 persen menjadi 25,42 juta ton.

"Ini adalah angka yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dikarenakan memang kita waktu itu juga menyampaikan kepada para investor bahwa kita komitmen untuk bisa mencapai target produksi sebesar 30 juta ton, dan kita deliver hal ini," kata Farida dalam MNC Group Investor Forum 2022, secara virtual, Rabu (16/3/2022).

Aspek stripping ratio PTBA masih lebih rendah berada di 4,7 kali dari 5,1 kali. Farida menjelaskan kondisi cuaca di area pertambangan yang tidak selalu stabil menjadi tantangan bagi perusahaan.

Naiknya produksi batu bara perusahaan berbanding lurus dengan penjualan yang meningkat 9 persen menjadi sebesar 28,37 juta ton pada tahun lalu. Adapun harga jual rata-rata batu bara (average selling price) juga meningkat pada tahun lalu.

"Kita lihat harga rata-rata jual batu bara kita itu naik menjadi Rp1 juta per ton. Ini kita lihat sangat tinggi kenaikannya, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp654.000 per ton," ujarnya.

Dengan meningkatkan penjualan dan harga rata-rata batu bara, PTBA yang merupakan anggota holding BUMN Pertambangan, MIND ID membukukan pendapatan 2021 sebesar Rp29,26 triliun atau melonjak 69 persen dibanding tahun sebelumnya Rp17,32 triliuun.

Naiknya pendapatan mendorong perseroan mencetak sejarah dengan membukukan laba bersih sebesar Rp7,91 triliun. Angka ini meroket 231 persen dari 2020 sebesar Rp2,39 triliun.

"Penjualan dan produksi yang baik ini juga dikombinasikan sehingga menghasilkan angka profitabilitas yang sangat bagus. Profitabilitas ini terjadi bukan hanya di sisi berbagai hal yang mendukung tetapi juga karena adanya efisiensi cost dari perusahaan," tuturnya.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda