Proyek LRT dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditunda, Ini Kata Luhut

Rully Ramli ยท Rabu, 21 November 2018 - 22:58 WIB
Proyek LRT dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditunda, Ini Kata Luhut

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan light rail transit (LRT) Jabodebek dihentikan sementara. Penundaan hingga Lebaran 2019 itu diyakini tidak akan terlalu berdampak bagi kontraktor maupun pemerintah.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, penghentian sementara di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 11-17 dilakukan dengan alasan proyek itu menimbulkan kemacetan bagi pengguna mobil pribadi.

"Alasan utamanya kemacetan," kata Luhut saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Selain soal kemacetan, Luhut menyebut, penundaan juga dilakukan untuk memberikan waktu kepada kedua perusahaan yang mengerjakan proyek itu untuk mengatasi masalah lahan. Dia menyebut, proyek LRT yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan proyek kereta cepat yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

"Ada sedikit revisi mengenai pembebasan tanah karena overlapping antara kereta cepat dan LRT," kata Luhut.

Mantan Duta Besar RI untuk Singapura itu menilai, penundaan itu tidak ada hubungannya dengan China yang bersitegang dengan Amerika Serikat (AS).

Saat KTT APEC beberapa waktu lalu, kedua negara adidaya itu saling ejek sehingga membuat relasi keduanya semakin panas. Luhut menampik jika penundaan itu dikaitkan dengan upaya Indonesia yang ingin menjaga hubungan dengan AS.

Menurut Luhut, pemberhentian sementara dua proyek infrastruktur tidak akan berdampak signifikan. Sebab, sifatnya hanya beberapa bulan, hingga Lebaran atau tahun depan. Ia memproyeksikan, hal ini tidak akan mengganggu pendanaan ke perusahaan maupun kredibilitas Indonesia di mata negara lain.

Editor : Rahmat Fiansyah