Rugi Rp11 Triliun akibat Covid-19, Nike Bakal PHK Karyawan

Djairan ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 21:30 WIB
Rugi Rp11 Triliun akibat Covid-19, Nike Bakal PHK Karyawan

Nike Air Jordan 1. (Foto: Guardian)

OREGON, iNews.id - Produsen sepatu dan alat olahraga terbesar di dunia, Nike Inc, berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya. Keputusan tersebut seiring kerugian bersih kuartalan perusahaan hingga Rp11,3 triliun, akibat sejumlah pusat ritel yang terpaksa tutup karena Covid-19.

Nike tidak menyebutkan berapa jumlah pekerja yang akan dipangkas, namun langkah PHK itu dianggap tepat dengan rencana ekspansi bisnisnya ke jaringan online. Saham perusahaan komponen Dow tersebut juga tercatat turun 6 persen pada perdagangan Jumat.

"Kami sedang melakukan ekspansi sumber daya, dan menciptakan kapasitas untuk berinvestasi kembali di lini bisnis yang lebih berpotensi tertinggi. Dan kami sedang mengantisipasi penataan kembali internal perusahaan, serta kemungkinan akan mengakibatkan adanya PHK kepada sejumlah karyawan," kata pihak Nike dalam sebuah pernyataan email, dikutip dari Reuters Sabtu (27/6/2020).

Chief Executive Officer Nike John Donahoe mengatakan, perusahaannya sekarang akan lebih fokus pada bisnis digital. "Visi kami ke depannya, adalah menciptakan pasar digital yang jelas dan terhubung, maka ini adalah momentum untuk mempercepat hal itu," kata dia.

Diketahui sebelumnya, Donahoe, mantan CEO ServiceNow dan eksekutif eBay (EBAY.O), bergabung dengan Nike awal tahun ini ketika perusahaan itu memperkuat bisnis direct-to-consumer. Dia menulis sebuah pernyataan kepada karyawannya, “belum tahu berapa banyak pekerja dan siapa saja yang akan dikurangi,” kata dia.

Penjualan digital Nike saat ini menyumbang 30 persen dari total pendapatan. Angka tersebut menjadi harapan untuk pertumbuhan bisnis ke depannya. Khusus angka penjualan online tersebut tercatat naik 79 persen dari kuartal yang sama di tahun lalu, dan melampaui angka Rp14,35 triliun per tahun di Eropa dan China.

Berbeda dengan pendapatan di Amerika Utara yang dilaporkan berkurang separuh, menjadi hanya Rp32 triliun. Sementara penjualan di China tetap stabil di Rp23,67 triliun, karena sejumlah toko ritel yang mulai dibuka kembali oleh ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Pada seluruh wilayah di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia Pasifik serta Amerika Latin, sekitar 90 persen toko milik Nike ditutup selama kurang lebih delapan minggu karena karena pandemi Covid-19.

Editor : Ranto Rajagukguk