Studi: Kaya Atau Miskin Ternyata Bisa Dilihat dari Wajah

Rahmat Fiansyah ยท Sabtu, 30 November 2019 - 19:09 WIB
Studi: Kaya Atau Miskin Ternyata Bisa Dilihat dari Wajah

Wajah CEO & Founder Facebook, Mark Zuckerberg. (Foto: AFP)

TORONTO, iNews.id - Ada cara baru mengukur kekayaan seseorang selain lewat barang yang dimiliki dan isi rekening. Caranya dengan melihat wajah.

Studi terbaru yang dirilis oleh The Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan peluang benar untuk menebak kekayaan seseorang dari wajah cukup besar.

R. Thora Bjornsdottir dari University of Toronto mengatakan, ada hubungan kuat antara status sosial dengan kehidupan seseorang. Mereka yang memiliki uang banyak hidup lebih bahagia dan jarang stres.

"Perbedaan kehidupan ini sebenarnya tercermin dari wajah orang-orang," kata Bjornsdottir dikutip dari CNBC, Sabtu (30/11/2019).

Bjornsdottir bersama Nicholaus O. Rule meneliti foto wajah dari beragam etnis yang terdiri 80 laki-laki dan 80 perempuan. Seluruh wajah yang diteliti harus bebas dari tato dan tindik.

Separuh foto yang diteliti adalah orang-orang yang berpenghasilan lebih dari 150.000 dolar AS setahun (kelas atas) dan sisanya berpenghasilan kurang dari 35.000 dolar AS setahun (kelas pekerja).

Responden yang menjawab dengan benar korelasi antara penghasilan dan wajah seseorang mencapai 68 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding menebak secara acak.

"Saya awalnya tidak berpikir kalau hasilnya akan sekuat ini, terutama melihat perbedaan yang sebenarnya tidak terlalu signifikan. Itu menjadi bagian paling mengejutkan bagi saya dari studi ini," kata Rule.

Bjornsdottir mengatakan, saat ditanya, responden tidak tahu apa yang dipakai untuk menilai kaitan wajah dengan penghasilan."Jika Anda tanya mereka kenapa (menilai seperti itu), mereka tidak tahu. Mereka tidak paham bagaimana mereka melakukannya," ucapnya.

Saat peneliti memperbesar wajah objek penelitian, responden tetap menjawab dengan benar. Saat wajah diperbesar di bagian mata, mereka masih menjawab dengan benar. Bahkan, saat diperbesar di bagian mulut, jawabannya lebih akurat lagi.

Menurut Bjornsdottir, pola emosi yang mendorong pada perubahan struktur wajah membuat responden mengetahuinya tanpa sadar.

Rule pun mengamininya. Dia mengatakan: "Seiring berjalannya waktu, wajah Anda menunjukkan serta mencerminkan berbagai pengalaman hidup Anda."


Editor : Rahmat Fiansyah