Suntik Modal ke LinkAja, BTN Akan Akuisisi Sarana Papua Ventura

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 03 September 2019 - 21:34 WIB
Suntik Modal ke LinkAja, BTN Akan Akuisisi Sarana Papua Ventura

BTN akan mengakuisisi perusahaan ventura untuk menyuntikkan modal ke LinkAja. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan mengakuisisi perusahaan modal ventura PT Sarana Papua Ventura (SPV) yang merupakan anak usaha PT Bahana Artha Ventura. Bahana Artha Ventura sendiri merupakan anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

Direktur Finance, Treasury & Strategy Nixon LP Napitupulu mengatakan, alasan BTN memilih SPV untuk diakuisisi karena aset yang murah hanya Rp10 miliar. Sedangkan nilai ekuitasnya jauh di bawah nilai asetnya.

Selain itu, perusahaan ini sudah tidak aktif meski izin usahanya masih berlaku. 

Hal tersebut membuat BTN berminat mengakuisisi karena bisa menjadi sarana BTN menyuntikkan modal Rp100 miliar ke PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja.

"Kita akan akuisisi. Perusahaan sudah inactive. Jujur ini kayak beli cangkang untuk kendaraan akuisisi Finarya yang kita letakkan di sana ke depannya," ujarnya di Menara BTN, Jakarta, Senin (3/9/2019).

Dia melanjutkan, sumber dana yang dikeluarkan untuk mengakuisisi 90 persen saham SPV bersumber dari internal perusahaan karena hanya Rp10 miliar. Bahkan BTN tengah melobi agar dalam akuisisi tersebut, liabilitas dan aset SPV dimiliki oleh BTN.

"Jadi kita beli lisensinya saja, jadi kita enggak nanggung liabilitas dan risiko ventura itu. Jadi kalau kita beli kosongan itu, harganya itu tawar menawar," kata dia.

Untuk strategi akuisisi, BTN telah menyiapkan dua skema yaitu langsung merger atau SPV menerbitkan saham baru untuk kemudian perusahaan akuisisi secara perorangan. "Pertama kita minta terbitkan saham baru, nanti kita sambil jalan akuisisi milik perorangan ada sekitar 30-an. Tapi kita right issue dan sudah sepakat dengan Bahana," ucapnya.

Aksi korporasi ini ditargetkan rampung tahun ini agar BTN bisa segera mengucurkan modal ke Finarya. Pasalnya, setiap bank BUMN harus ikut patungan investasi di LinkAja bersama perusahaan lainnya yaitu PT Pertamina (Persero) dan PT KAI (Persero).

"Kita harapkan tahun ini kelar sehingga penyertaan di Finarya bisa kita setorkan tepat waktu. Ini lagi seru-serunya," tutur dia.

Editor : Ranto Rajagukguk