Survei Mercer: Gaji Karyawan Akan Naik 8 Persen Tahun 2019

Rully Ramli ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 14:34 WIB
Survei Mercer: Gaji Karyawan Akan Naik 8 Persen Tahun 2019

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id – Perusahaan layanan konsultasi berbasis teknologi, Mercer memperkirakan adanya peningkatan anggaran untuk gaji karyawan yang dipersiapkan perusahaan-perusahaan di Indonesia pada 2019. Karena itu, gaji karyawan pada tahun depan ditaksir akan naik rata-rata sebesar 8 persen.

Career Business Leader Mercer Indonesia Astrid Suryapranata memaparkan, berdasarkan studi tahunan lewat Total Remuneration Survey (TRS) dengan partisipasi 534 perusahaan Indonesia dari delapan industri, kebijakan kenaikan gaji sangat dimungkinkan jika melihat kondisi perekonomian nasional terkini.

“Dengan laju inflasi yang kompetitif dan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) yang positif di Indonesia, gaji karyawan di delapan sektor industri penting yang kami pelajari menunjukkan kenaikan yang cukup baik,” kata Astrid dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/12/2018).

Studi Mercer mengungkapkan, ada peningkatan anggaran untuk gaji karyawan sebesar 7,6 persen pada tahun 2018, di mana sektor pertambangan dan ilmu hayati mencatatkan kenaikan tertinggi, masing-masing sebesar 8,4 persen dan 8,2 persen.

“Sementara itu prediksi kenaikan gaji secara keseluruhan pada tahun 2019 sebesar 8 persen, di mana sektor ilmu hayati akan mengalami kenaikan tertinggi yaitu sebesar 8,8 persen. Sebagian besar industri diperkirakan akan mengalami kenaikan gaji pada tahun 2019,” tutur dia.

Dia menambahkan, prediksi kenaikan gaji secara keseluruhan mencerminkan kepercayaan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia menghadapi tahun 2019, di mana 80 persen perusahaan bergantung kepada kinerja perusahaan sebagai faktor penentu kenaikan gaji.

Meski demikian, kinerja karyawan akan tetap menjadi faktor penentu menurut 96 persen perusahaan, diikuti oleh posisi karyawan menurut 77 persen perusahaan.

“Faktor ketiga tersebut lebih menentukan kenaikan gaji karyawan daripada faktor inflasi. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah menyadari struktur dan skala upah yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah. Hanya 20 persen perusahaan yang menganggap lama bekerja karyawan sebagai faktor penting,” ucap dia.

Sementara itu, Partner and Career Business Leader for International Region Mercer Puneet Swani menuturkan, selain Indonesia, negara-negara berkembang dan maju lain juga akan meningkatkan anggaran untuk pembayaran gaji karyawan. Dengan latar belakang perekonomian yang kuat dan kenaikan gaji riil (dihitung berdasarkan kenaikan gaji dikurangi inflasi) di negara-negara berkembang, kenaikan gaji tertinggi pada tahun 2019 diprediksi terjadi di Bangladesh sebesar 10 persen, India sebesar 9,2 persen, dan Vietnam sebesar 9,8 persen.

Sementara itu Australia diprediksi mengalami kenaikan gaji sebesar 2,6 persen, Selandia Baru sebesar 2,5 persen, dan yang terendah Jepang sebesar 2 persen. “Walaupun ada beberapa perbedaan di Asia Pasifik, tren perekrutan karyawan secara keseluruhan positif, di mana 66 persen perusahaan akan mempertahankan jumlah karyawan demi peluang melakukan diversifikasi dan pertumbuhan untuk menghadapi disrupsi yang sedang berlangsung,” kata dia.


Editor : Ranto Rajagukguk