Tahun 2021, Pertamina Gelontorkan Capex 10,7 Miliar Dolar AS

Oktiani Endarwati ยท Senin, 12 April 2021 - 19:51:00 WIB
Tahun 2021, Pertamina Gelontorkan Capex 10,7 Miliar Dolar AS
Pertamina menetapkan anggaran belanja modal perusahaan (Capital Expenditure/Capex) mencapai 10,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2021. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) menetapkan anggaran belanja modal perusahaan (Capital Expenditure/Capex) mencapai 10,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2021. Jumlah tersebut dua kali lipat dari prognosa realisasi Capex tahun lalu yang senilai 4,7 miliar dolar AS.

Dari total 10,7 miliar dolar AS tersebut, 46 persen akan didedikasikan untuk kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) sebagai upaya memastikan peningkatan produksi serta cadangan migas sehingga dapat berdampak pada penurunan impor minyak mentah nasional. Kemudian 36 persen lainnya akan dialokasikan untuk melanjutkan pengembangan kilang dan petrokimia, sedangkan 18 persen diserap untuk kegiatan bisnis lainnya, termasuk melanjutkan pengembangan energi baru dan terbarukan. 

"Dengan fundamental yang baik, memasuki 2021 Pertamina langsung mengakselerasi kinerja operasional untuk mencapai target pertumbuhan tinggi, lebih dari 20 persen," ujar Senior Vice President Corporate Communications dan Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

Menurut Agus, dengan Capex tersebut dipastikan rencana kerja operasional di 2021 dapat berjalan dengan baik, di antaranya untuk mencapai target produksi migas dari lapangan Pertamina di dalam maupun luar negeri. Di samping itu, penambahan cadangan Migas pun ditargetkan mencapai 696 MMBOE atau hampir empat kali lipat dari target penambahan cadangan tahun lalu.  

Dalam rangka mencari cadangan migas potensial, tahun lalu Pertamina telah menyelesaikan marine survey seismik 2D lebih dari 31.000 km yang merupakan survei seismik terpanjang se-Asia Australia dalam 10 tahun terakhir. "Kami akan terus melanjutkan kegiatan survei seismik yang agresif untuk mendapatkan potensi tambahan cadangan migas baru sehingga nantinya meningkatkan rasio cadangan migas terhadap produksi (Reserve to Production Ratio)," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Halaman : 1 2