Tarif Tol Trans Jawa Dikeluhkan Mahal, Ini Kata Menteri Basuki

Okezone ยท Senin, 11 Februari 2019 - 16:10 WIB
Tarif Tol Trans Jawa Dikeluhkan Mahal, Ini Kata Menteri Basuki

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Pelaku usaha logistik mengeluhkan mahalnya tarif Tol Trans Jawa yang baru beroperasi. Keluhan tersebut menjadi perhatian pemerintah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, upaya pemerintah menyederhanakan golongan kendaraan sebenarnya sudah cukup signifikan menurunkan tarif tol, termasuk Trans Jawa. Jika sebelumnya golongan kendaraan ada lima, sekarang tinggal tiga.

"Sebetulnya dengan integrasi, logistik itu turun sudah banyak ya, yakni golongan I, II, III, IV, dan V, sekarang hanya tiga golongan. Itu turunnya sudah banyak," ujar Menteri Basuki di kantornya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

BACA JUGA:

Catatan YLKI soal Tol Trans Jawa, Mulai Tarif hingga Harga Makanan

Asosiasi Truk Minta Tarif Tol Trans Jawa Turun 20 Persen

Meski begitu, dia memahami keluhan yang dialami pelaku usaha logistik soal tarif tol Trans Jawa. Dia mengatakan, pemerintah akan mengundang Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola Tol Trans Jawa untuk mendiskusikan persoalan tersebut.

Selain tarif tol, Menteri Basuki juga menyoroti soal harga makanan di tempat peristirahatan (rest area) Tol Trans Jawa yang lebih mahal dibandingkan jalan arteri. Dia menyebut, sopir truk yang kerap lewat Jalan Pantura bisa makan di pinggir jalan dengan harga Rp10 ribu.

Di samping harga makanan, sopir truk kerap menikmati berbagai fasilitas murah yang ada di jalan arteri dan tidak ditemukan di tol. Misalnya, lokasi tambal ban yang mudah ditemui di Jalan Pantura.

"Jadi tidak semata-mata tarif tolnya saja menurut saya. Mereka bisa ganti ban di mana saja, jadi yang gitu-gitu juga jadi perhatian," katanya. (Giri Hartomo)


Editor : Rahmat Fiansyah