Tembus Pasar Internasional, Pelaku Industri Kayu Butuh Dukungan Finansial

Ranto Rajagukguk · Minggu, 13 Oktober 2019 - 18:02 WIB
Tembus Pasar Internasional, Pelaku Industri Kayu Butuh Dukungan Finansial

Perusahaan pembuat kayu lapis kini menghadapi cashflow yang tersendat. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Tantangan dunia usaha saat ini semakin kompleks. Selain perlambatan ekonomi, ancaman resesi, hingga perang dagang yang tak kunjung usai menjadi kekhawatiran pelaku bisnis

Sementara di tingkat akar rumput, persoalan klasik, seperti upah tenaga kerja, supply bahan baku yang tidak lancar, serta pembayaran yang terkadang tidak tepat waktu membuat usaha kerap tersendat, hingga sulit berkembang. 

Hal ini dihadapi juga perusahaan pembuat kayu lapis (plywood) atau yang dikenal masyarakat luas sebagai tripleks, PD Jaya Bagus. Perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Pesawaran Lampung ini, memiliki omzet antara Rp3-5 miliar per bulan. Perusahaan tersebut saat ini menghadapi cashflow yang tersendat akibat tempo pembayaran yang lama dari perusahaan mitra yang membeli produknya.

Tersendatnya pembayaran ini membuat Jaya Bagus sulit untuk menembus pasar internasional, di tengah permintaan yang cukup besar. Situasinya seperti ini, ketika ada permintaan dalam jumlah besar, namun perusahaan tidak bisa berbuat banyak atau berproduksi karena ketiadaan bahan baku, yang dipicu tidak ada dana. 

Sejalan dengan persoalan ini, PT Karya Pandawa Sampurna hadir memberikan bantuan berupa pengadaan bahan baku kayu untuk produksi, dengan sistem pembayaran secara berjangka. Usaha kayu Bagusan Jaya dapat terus berproduksi, meski cash flow tersendat. "Pembayaran dilakukan dalam tempo 5 minggu, sehingga harapannya dapat menunjang aliran dana dalam perusahaan karena lancarnya produksi dan pemenuhan order dari konsumen," kata Direktur Karya Pandawa Sampurna Muhammad Nabiel, Minggu (13/10/2019).

Direktur Karya Pandawa lainnya Muhammad Bagier menyatakan, dengan program ini, tidak ada lagi kendala produksi hanya karena belum mampu beli bahan baku karena ketiadaan dana.
"Tidak hanya usaha kecil di bidang jual beli kayu saja, namun diharapkan juga bisa bermanfaat buat usaha kecil menengah lainnya," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

TAG : bisnis