Terhenti sejak September 2019, Lapangan Gas Kepodang Akan Kembali Beroperasi

Djairan ยท Senin, 29 Juni 2020 - 21:55 WIB
Terhenti sejak September 2019, Lapangan Gas Kepodang Akan Kembali Beroperasi

Anjungan lepas pantai. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Lapangan Gas Kepodang merampungkan persiapan teknis untuk segera beroperasi kembali. Operasional lapangan gas yang berlokasi di Pantai Utara Jawa tersebut sempat terhenti sejak September 2019.

Gas dari Wilayah Kerja (WK) Muriah ini dipastikan segera mengalir kembali setelah aspek komersial selesai dan mendapatkan persetujuan alokasi dan izin operasi dari Kementerian ESDM.

“Dari sisi operasi, persiapan untuk kembali berproduksinya Lapangan Gas Kepodang sudah hampir rampung. SKK Migas siap mendukung semua kebutuhan supaya lapangan tersebut dapat beroperasi kembali," ujar Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno, Senin (29/6/2020).

Untuk diketahui, operator WK Muriah telah beralih dari Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) kepada Saka Energi Muriah Limited (SEML). Pada Januari 2020, kedua kontrator telah menandatangani dokumen legal pengalihan participating interest atau Deed of Assignment (DOA).

Sejak operasional di lapangan berhenti, kata Julius, kegiatan uji coba fungsi peralatan-peralatan penting tetap dilaksanakan secara rutin. Dalam kurun lima bulan ke belakang, Kontraktor KKS SEML dan PCML telah melakukan transisi operasional. Salah satunya menguji coba pengoperasian bersama untuk menjaga fasilitas operasi.

"Kesiapan teknis operasi saat ini sudah mencapai 95 persen. Fasilitas di Lapangan Kepodang siap untuk segera memulai beroperasi," ujar Julius.

Kesiapan Lapangan Kepodang untuk berproduksi kembali juga sudah didukung dengan kesiapan SDM. Saat ini, kebutuhan tenaga kerja sudah terpenuhi 98 persen dari kebutuhan.

Persiapan lain yang sudah mendekati final adalah, pengalihan kontrak pekerjaan oleh pihak ketiga dari operator lama kepada operator baru, yang sudah mencapai 95 persen.

Sebagai operator baru, SEML telah menyiapkan berbagai macam kontrak untuk mendukung operasi Kepodang selanjutnya. Sebagai contoh, operasi kapal sejak Februari lalu sudah dijalankan dengan kontrak di bawah SEML.

Selain itu, masih terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan untuk dapat mengaktifkan kembali Lapangan Kepodang. Salah satu yang paling krusial adalah aspek komersial yaitu negosiasi jual beli gas dengan PT PLN (Persero) selaku kandidat utama pembeli gas (offtaker).

"SEML sudah mengirim surat resmi kepada PLN mengenai penawaran gas dari Lapangan Kepodang," ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah